26 Januari 2012

3 Hal Di Jepang Yang Dianggap Kelewat Mahal Oleh Turis Asing


Kita tahu bahwa Jepang memang terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi. Tapi tampaknya beberapa hal sengaja dijual kelewat mahal disana. Berikut adalah 5 hal yang dianggap terlalu mahal oleh para turis asing yang sedang berkunjung ke Jepang...


1. Makan di Restoran

Meskipun ada banyak restoran menawarkan harga yang wajar karena krisis ekonomi, banyak turis mengatakan bahwa makan di restoran Jepang kelewat mahal. Keluhan utamanya adalah bahwa porsi yang dihidangkan terlalu kecil, sehingga harga totalnya akan lebih mahal bagi mereka yang biasa makan banyak.

Makan di Restoran Jepang


2. Buah Melon

Disini, buah melon (dari kota Yubari) pernah terjual dengan harga 2,5 juta yen atau sekitar Rp. 250 juta. Hampir semua turis asing terkejut bukan main ketika melihat sepasang buah melon yang dijual dengan harga antara 10.000 sampai 30.000 yen.

melon di jepang

Ternyata orang Jepang menganggap bahwa buah melon adalah buah eksklusif yang sangat cocok untuk diberikan sebagai hadiah kepada atasan, klien besar atau orang tua.


3. Tiket Bioskop

Mau nonton film di Jepang? Sebagai turis, sebaiknya gak usah. Harga rata-rata tiket bioskop di Amerika Serikat adalah $7,95 (sekitar Rp. 70.000). Di Indonesia, tiket bioskop dijual antara Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000. Di Jepang, kita harus membayar minimal 1.800 yen atau sekitar Rp. 180.000 untuk sekali nonton.

Yup, itu adalah 3 hal yang menurut para turis kelewat mahal di Jepang. Sebenarnya ada banyak harga barang di Jepang yang dijual kelewat mahal, tapi karena mereka jalan-jalan sebentar, hanya itu yang mereka ingat dengan jelas. Apalagi yang melon itu.



Bagikan

25 Januari 2012

Kakak Adik Bertemu Setelah 60 Tahun Terpisah


Keduanya lahir di Amerika Serikat dari ayah berkewarganegaraan Jepang dan ibu berkewarganegaraan Amerika, tapi terpisah setelah ayah mereka meninggal dunia. Yang satu tinggal di Jepang dan yang satunya lagi menetap di Amerika.

Kakak Adik Bertemu Setelah 60 Tahun Terpisah

Hiroshi Kamimura (kiri) yang kini telah berusia 84 tahun akhirnya bisa bertemu kembali bersama kakaknya Minoru Ohye (kanan) yang berusia 86 tahun.

Setelah 60 tahun lamanya tidak bertemu muka, Minoru terbang dari California berkat program "Thrill of a Lifetime" (program reality show yang mengabulkan permintaan orang) untuk melihat adiknya yang tinggal Kyoto. Keduanya pun tidak menguasai bahasa yang sama, akhirnya pembicaraan pun didampingi penterjemah. Hiroshi berkata, "Aku sangat senang. Dia adalah satu-satunya saudara yang aku miliki, dan ini mungkin pertemuan kami yang terakhir."

Bagaimana dengan kamu? Bagaimana rasanya kalau kau terpisah dengan saudara kandungmu selama 60 tahun?



Bagikan

24 Januari 2012

Apakah Jepang Merayakan Hari Raya Imlek?


Saat ini di seluruh dunia, dimanapun ada orang Tionghoa, mereka semua sedang merayakan hari raya tahun baru Imlek (tahun baru berdasarkan perhitungan kalender bulan). Entah itu di Asia, Amerika atau Eropa, semuanya sedang ramai menggelar pesta dari yang sederhana; makan malam dengan keluarga, sampai yang paling meriah; menggelar pesta kembang api besar-besaran.

Lalu bagaimana dengan orang Jepang? Apakah mereka juga ikut merayakan hari raya Imlek?

Jawabannya: tidak.

Pecinan di Nagasaki

Kalender bulan (lunar calendar) adalah jenis kalender yang digunakan oleh bangsa China sejak jaman dahulu kala, dan hari raya Imlek dihitung berdasarkan kalender ini. Kemudian bangsa Jepang mengadopsi kalender tersebut dan menggunakannya selama lebih dari 13 abad.

Sampai suatu saat, pemerintah Jepang pada masa restorasi Meiji melihat pentingnya komunikasi dengan bangsa barat, akhirnya mereka setuju memberlakukan kalender bangsa barat -- yaitu kalender Gregorian; seperti yang kita pakai saat ini -- secara resmi tepat pada tanggal 1 Januari 1873.

Maka dari itu bisa dibilang rakyat Jepang secara umum tidak merayakan hari raya Imlek sama sekali, meskipun agama Buddha adalah agama mayoritas disana dan mereka masih menggunakan kalender bulan untuk beberapa perayaan.

Tidak ada libur dan tidak ada pesta apa-apa. Tapi tentunya ada saja yang merayakan Imlek, seperti mereka yang berada di daerah pecinan di Yokohama Chinatown, Nagasaki Chinatown dan Kobe Chinatown.

Disana mereka merayakannya sama seperti di negara-negara lain; mereka makan-makan, main kembang api, dan membagi-bagikan angpao ke sanak keluarga mereka. Dan, yang mungkin akan menjadi tren di tahun baru naga ini adalah; ibu-ibu melahirkan.



Bagikan
Related Posts with Thumbnails

Chatting Yuk!