In Makanan Jepang Orang Jepang

Cara Diet Orang Jepang



Ada sebuah hal menarik yang dapat diambil dari data yang dirilis oleh Bank Dunia di tahun 2013 lalu yang memfokuskan bangsa Jepang pada laporan tentang lima negara teratas dengan harapan untuk hidup yang panjang. Ada sebuah kontradiksi menarik (dari sudut pandang mainstream) bahwa meski Jepang termasuk negara maju dengan modernisasi di segala bidangnya, namun bangsa dan masyarakat Jepang mampu hidup dengan usia rata-rata mencapai 85 tahun. Salah satu kunci kepemilikan kualitas hidup yang tinggi di tengah dunia yang serba modern itu sesungguhnya telah diungkapkan Kementerian Kesehatan, Buruh dan Kesejahteraan Negeri Kekaisaran tersebut yang menyatakan bahwa diet merupakan salah satu faktor terpenting yang membentuk tingginya ekspetasi kesehatan dan hidup masyarakat Jepang.

Cara Diet Orang Jepang

Adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa bangsa Nippon yang melakukan diet tradisional dengan rentang waktu selama 15 tahun mampu memiliki risiko kematian lebih rendah yakni 15 persen dibandingkan mereka yang tidak melakukan diet tradisional tersebut. Selain itu, bagi orang Jepang yang melakukan pola diet ini diketahui memiliki risiko untuk terkena penyakit serebrovaskular ataupun kardiovaskular yang sangat kecil. Menariknya, pemerintah Kekaisaran Jepang melalui Kementerian Kesehatannya ternyata menciptakan suatu sistem piramida makanan yang berbasis pada diet ala tradisional Jepang yang sangat menekankan pada keseimbangan asupan antara pengganti lemak seperti kedelai dan ikan, dengan asupan sayuran, susu, daging, buah-buahan dan biji-bijian.

Bagi para sosialita yang penasaran atau ingin mengetahui lebih jauh tentang diet tradisional Jepang yang bahkan oleh pemerintahnya sendiri sangat dianjurkan bagi warganya ini, berikut akan dibahas beberapa hal yang menyangkut diet khas tradisional Jepang. Memang hal-hal tersebut mengarah kepada makanan, akan tetapi di balik itu semua justru tersimpan berbagai unsur kearifan lokal budaya Jepang.

Hal pertama dalam diet tradisional Jepang yang pertama dapat dibilang sangat filosofis sekali. Patut diketahui bahwa ungkapan ‘makanlah kalian dengan menggunakan kedua mata kalian’ adalah suatu dasar orang Jepang dalam menyantap makanan. Selain itu, perhatikan berbagai makanan tradisional Jepang yang seringkali menggunakan berbagai macam warna (bahan) yang merupakan perwujudan musim dan estetika yang tinggi dalam budaya Jepang. Akhirnya estetika pada makanan inilah yang menjadikan makanan sebagai suatu karya seni, sehingga dalam menikmatinya harus dilakukan secara perlahan, menggunakan perasaan, dan menikmati tiap rasa yang ada. Secara tidak langsung, hal ini telah merangkum dasar bahwa sekecil apapun momen dalam kehidupan seorang manusia, ini harus dapat dinikmati. Sehingga kita bisa terhindar dari stres yang dapat berakibat buruk bagi jasmani dan kesehatan fisik.

Hal mendasar berikutnya adalah masyarakat Jepang selalu menggunakan 4 hingga 5 jenis sayuran pada setiap makanan yang dikonsumsinya. Bahkan seringkali masyarakat jepang melahap sayuran dengan kondisi mentah atau belum dimasak. Sudah diketahui secara umum bila mengolah sayuran dengan ditumis atau dimasak terlebih dahulu sesungguhnya membuat sebagian besar nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh terbuang. Selain menggunakan lebih dari 3 jenis sayuran dalam tiap makanannya, masyarakat Jepang juga melahap menu sayuran terlebih dahulu, baru kemudian makanan berbahan lain setelahnya. Dari sisi kesehatan, ini sangatlah tepat dikarenakan sayuran menyerap racun dalam tubuh yang telah ada sebelumnya dan juga serat dalam sayuran mampu menghambat berbagai lonjakan zat dalam tubuh seperti insulin dan gula yang dirangsang akibat makan makanan yang mengandung protein. Protein akan lebih sulit tercerna bila dimakan pertama kali dan justru akan membuat lambung terasa kembung. Jadi, santaplah sayuran (terlebih lagi yang mentah) sebagai santapan pembuka telebih dahulu, baru makanan yang lain.

Hal selanjutnya yang mengagumkan dari diet orang Jepang adalah selalu menyajikan makanan ke dalam porsi yang lebih kecil dari ukuran kebiasaan umum orang-orang di berbagai penjuru dunia. Penelitian akan hal inipun telah dilakukan oleh para ilmuwan yang berasal dari University of Illinois yang menghasilkan fakta bahwa ada suatu kecenderungan pada manusia untuk memakan sekitar 45 % lebih banyak bila makanan disajikan dengan porsi yang relatif besar. Simpelnya, lebih besar piring yang digunakan untuk makan, maka akan lebih besar pula makanan yang masuk ke perut seseorang. Jadi, dengan penyajian yang lebih sedikit, maka seseorang relatif menyantap makanan lebih sedikit, disamping akan membuat seseorang mencoba menikmati berbagai jenis makanan yang lain dan lebih bervariatif. Hara hachi bunme atau isilah perut hanya mencapai 80 % saja sangat benar-benar diterapkan oleh masyarakat Jepang. Walaupun memang akan terasa cepat lapar kembali, namun dengan pola seperti ini akan mengurangi tekanan pada usus dan juga menghambat berbagai proses penuaan sel yang pada akhirnya mencegah kanker, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Slogan hara hachi bunme ini paling tepat bila diterapkan untuk makan malam dikarenakan bila porsi makan malam terbilang banyak maka saat terbangun di pagi hari akan cenderung malas untuk sarapan lantaran masih merasa kenyang.

Makanan berfermentasi pun masuk ke dalam list menu diet ala Jepang seperti Miso dan Yoghurt. makanan yang berfermentasi akan memperkuat dan mendukung sistem kekebalan pada pencernaan dan tubuh seseorang. Selain itu, penyakit seperti kanker dapat dengan mudah tercegah. Jadi, masukkanlah makanan berfermentasi ke dalam menu makanan yang dikonsumsi di samping menyertainya dengan melahap makanan dari aneka produk kedelai dalam jumlah cukup. Kacang Edamame misalnya, ini merupakan jenis kacang dengan kandungan protein yang tinggi dan memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat rendah. Beralih dari susu sapi ke susu kedelai pun dapat dilakukan dikarenakan susu sapi rupanya tidak sesuai dengan tubuh manusia dewasa (bukan hanya balita atau anak-anak saja) karena susu sapi dapat merangsang diproduksinya lendir dalam tubuh manusia. Sedangkan asam amino, vitamin E, B1, B2, dan B6 yang terkandung pada kacang almond dan susu kedelai selain lebih cocok dengan tubuh manusia, juga mampu mencegah jerawat dan meremajakan kembali kulit.

Untuk melakukan diet tradisional Jepang, salah satu yang harus dilakukan adalah mengkonsumsi berbagai ikan (yang disarankan tuna segar, sarden, makarel dan herring) yang kaya akan kandungan asam lemak Omega 3 untuk mengganti konsumsi daging-dagingan merah. Untuk hal yang satu ini Jepang tidak perlu dipertanyakan lagi dengan tingkat populasi yang cuma 2% pada populasi dunia, akan tetapi tingkat konsumsi ikannya mencapai 10 % dari tingkatan konsumsi ikan dunia. Yang terakhir, untuk pencuci mulut alangkah baiknya memilih buah-buahan segar dari produksi lokal. Selain itu, minumlah teh hijau yang rendah akan kafein serta kalori. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, teh hijau ini mampu membantu secara maksimal proses pembersihan racun dalam sistem tubuh manusia. Terlebih yang harus sering dihindari adalah makanan berlabel junk food. Orang Jepang sangat jarang terlihat mengkonsumsi junk food, coklat dan lainnya. Itulah tadi gaya hidup sehat dan cara diet orang Jepang yang mengagumkan. Layak dicoba bukan?




target="_blank"

jepang

jepang



Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Video Dari Jepang

Iklan Jalan-Jalan Ke Kanada Untuk Orang Jepang


Pemerintah Kanada rupanya sangat ingin menarik orang-orang Jepang untuk datang dan menikmati pemandangan indah di negara Kanada. Karena itu Departemen Pariwisata Kanada meminta Makoto Shinkai, sutradara film anime Your Name (Kimi No Na Wa) , untuk membuat iklan pariwisata dalam bentuk anime. Simak videonya diatas atau klik link berikut ini..

https://www.youtube.com/watch?v=a822uufNGlw

Iklan Jalan-Jalan Ke Kanada Untuk Orang Jepang

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Libur Nasional

Selamat Tahun Baru Islam 1439 Hijriah


Selamat Tahun Baru Islam 1439 Hijriah bagi teman-teman Jepangers yang memperingatinya.
Selamat Tahun Baru Islam 1439 Hijriah

Bagikan

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Berita Dari Jepang Game Jepang

Kalah di Pengadilan, Nintendo Harus Bayar $10 Juta

Juri di pengadilan Dallas baru saja memenangkan iLife Technologies dalam tuntutannya terhadap Nintendo atas kasus pelanggaran paten teknologi. Pengadilan tersebut memutuskan, Nintendo harus membayar USD10 juta (Rp133 miliar) pada iLife Technologies.

Kalah di Pengadilan, Nintendo Harus Bayar $10 Juta

Melalui tuntutan ini, yang dimasukkan ke pengadilan pada 2013, iLife menuduh Nintendo telah menggunakan teknologi mereka dalam pembuatan Wii Remote yang dilengkapi dengan teknologi deteksi gerakan. Menurut laporan Engadget, teknologi yang dibuat dan dipatenkan oleh iLife didesain untuk mendeteksi ketika seorang yang sudah lanjut usia jatuh. Selain itu, teknologi juga digunakan untuk memonitor bayi. Perusahaan iLife menuntut agar Nintendo membayar $144 juta (sekitar Rp. 1,9 triliun) atau $4 (sekitar Rp. 53 ribu) per unit dari 36 juta unit konsol Wii yang terjual sebelum tuntutan ini dimasukkan ke pengadilan. Selain itu, mereka juga ingin pengadilan melarang Nintendo menggunakan teknologi yang dipermasalahkan.

Sementara itu, Nintendo menyebutkan bahwa mereka tidak melanggar paten iLife. Perusahaan Jepang itu mengatakan, paten iLife tidak terdaftar dengan benar, sehingga paten tersebut tidak valid. Pada saat yang sama iLife menuntut Nintendo, mereka juga menuntut beberapa perusahaan teknologi lain, termasuk Fitbit dan Under Armour. Dalam dua tuntutan tersebut, paten yang dipermasalahkan sama dengan paten pada kasus Nintendo. Namun, dua kasus terkait Fitbit dan Under Armour diselesaikan di luar pengadilan. Menurut Rolling Stone, Nintendo berencana untuk mengajukan banding.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Berita Dari Jepang Makanan Jepang

Dari Rasa Sake Hingga Rasa Obat Batuk, KitKat Jepang Laris Manis

KitKat rasa obat batuk, ada yang berminat?

Tentu, varian rasa itu bukan selera semua orang. Produk itu pun hanya salah satu dari 300 "rasa aneh" dan juga nikmat, yang dipasarkan di Jepang. Negeri matahari terbit adalah salah satu negara dangan tingkat pemasaran KitKat terbesar di dunia.

KitKat Jepang Laris Manis

Dengan gaya Jepang yang sejati, pekerja manusia adalah pemandangan langka di salah satu pabrik KitKat di Kasumigaura, sekitar 100 kilometer sebelah timur Tokyo. Sebagai gantinya, puluhan robot memproduksi empat juta bar cokelat sehari, dengan kecepatan tinggi.

Mulai dari mencampur pasta cokelat, hingga membungkusnya menjadi makanan yang siap dijual, nyaris semua dilakukan dengan bantuan robot.

KitKat dikenal di Inggris sejak tahun 1935, dan baru tiba di Jepang pada tahun 1973.

Namun pasar Jepang memiliki nilai jual unik yang penting, dengan berbagai macam rasa yang berbeda.

Kisah sukses KitKat dimulai dengan KitKat beraroma stroberi pada tahun 2000. Setelah itu, ragamnya berkembang dengan amat cepat.

Mulai dari rasa yang ditujukan untuk selera lidah warga lokal, seperti sake, teh hijau, dan wasabi - hingga kombinasi yang lebih eksotis seperti melon dan mascarpone (keju yang dibuat menggunakan krim).

Akses ke pabrik KitKat sangat dibatasi. Pengambilan foto pun dijaga seminimal mungkin, demi menyimpan rahasia resepnya.

Kebijakan ini yang mungkin pula menjadi resep sukses pemasaran Kitkat.

Tanpa, menerbitkan angka omzet yang tepat untuk Jepang, produsen KitKat, Nestle mengatakan, penjualan di Jepang, telah tumbuh 50 persen sejak 2010.

Seperti dikutip dari AFP, capaian itu menjadikan Jepang sebagai pasar dengan pertumbuhan terbesar di atas Inggris. Sekalipun, masih kalah dari sisi volume penjualan.

Sebagai tanda kesuksesan itu, sebuah lokasi produksi baru KitKat dibuka bulan lalu di wilayah barat Kobe.

Mengapa sukses terjadi di Jepang?

Salah satu alasannya, menurut Cedric Lacroix, managing executive officer Nestle Jepang, adalah konsumen Jepang menghargai beragam rasa yang ditawarkan.

"Pasar cokelat di Jepang benar-benar didorong oleh inovasi," kata Lacroix.

"Sepertiga produk diperbarui setiap tahun," sambung dia.

"Konsumen ingin melihat hal baru, mencicipi produk baru, meski mereka tetap selalu membeli cita rasa favorit mereka."

Ada lebih dari 20 versi baru KitKat yang diluncurkan di pasar Jepang setiap tahun, setelah proses berbulan-bulan dalam penyempurnaan citarasa.

Selain itu, Nestle pun memanfaatkan sifat "mistis" masyarakat Jepang.

"KitKat telah menjadi semacam pesona keberuntungan di mana orang Jepang menjadi terikat secara emosional," kata Lacroix.

Nama itu mengingatkan orang akan frase Jepang "kitto katsu", yang berarti "pasti menang".

Maka tak heran jika kini menjadi kebiasaan umum untuk memberi KitKat kepada teman atau kerabat, sebelum ujian atau menjalani acara penting.

Memanfaatkan kondisi tersebut, Kitkat pun mendapatkan keuntungan dengan menawarkan kesempatan bagi pelanggan meracik cokelat sendiri. Bahkan, hingga menuliskan pesan pada bar cokelat tersebut.

Di luar pasar lokal, kudapan ini menyasar para turis. Apa lagi, menjelang perhelatan akbar dengan prediksi 40 juta pengunjung asing pada 2020, saat Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade.

Pelancong pun akan semakin antusias untuk membawa pulang kudapan dengan beragam rasa aneh ke kampung halaman mereka.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments