In Berita Dari Jepang Gempa Jepang Tsunami Jepang

Berita Pencemaran Radioaktif Terlalu Berlebihan


Dalam beberapa minggu terakhir ini banyak sekali media cetak dan elektronik di seluruh dunia yang menayangkan berita mengenai tingkat pencemaran radioaktif di Jepang yang seakan-akan sangat mematikan bagi manusia.

Benarkah seperti itu?

Mari kita tanya seorang peneliti dari Rensselaer Polytechnic Institute, Dr. Peter Caracappa, mengenai sayur-sayuran dan susu yang sudah terkontaminasi oleh radioaktif.

"Ya, memang banyak sayuran yang sudah terkena partikel radioaktif di daerah Fukushima, tapi saat ini tingkat pencemarannya masih jauh dari bahaya. Kita harus makan bayam (yang sudah terkontaminasi radioaktif) sebanyak 371,9 kilogram dalam satu hari untuk bisa terindikasi penyakit kanker." Kata Dr. Peter.

Lalu bagaimana dengan susu?

"Kita harus minum susu (yang sudah terkontaminasi radioaktif) sebanyak 58.000 gelas untuk bisa terindikasi penyakit kanker."

Dengan kata lain, kalau kamu rutin minum satu gelas susu yang sudah terkontaminasi radioaktif setiap hari, maka kamu baru akan terindikasi penyakit kanker 160 tahun kemudian.

Dan jika kamu memang masih hidup 160 tahun kemudian, kamu gak bakalan takut lagi sama penyakit kanker. Percayalah.


susu jepang


Oke. Lalu bagaimana dengan pencemaran radiasi di udara?

Bob Bury, mantan kepala unit radiologi di Royal College of Radiologists, Inggris, mengatakan bahwa pencemaran radiasi ada di seluruh dunia, bukan hanya di Jepang pasca ledakan reaktor nuklir. Radiasi sudah ada sejak matahari lahir di alam semesta.

Gak percaya? Coba kamu berjemur di bawah terik sinar matahari, tanpa busana, tanpa memakai lotion anti-ultraviolet, setiap hari selama berbulan-bulan. Dijamin kamu akan terkena kanker kulit.

Bob Bury juga menambahkan bahwa banyak kota-kota di dunia ini yang tingkat radiasinya lebih tinggi daripada Tokyo. Sebagai perbandingan, tingkat radiasi di Tokyo mencapai 0,11 microsievert per jam (microsievert adalah cara ukur radiasi). Sedangkan tingkat radiasi di Hong Kong mencapai 0,14 microsievert per jam dan Sao Paulo di Brazil mencapai 4,57 microsievert per jam.

Jakarta? Hmm.


jepang


Sekarang jangan pikirkan Jepang saja. Terlalu jauh. Mari kita lihat ke rumah sakit yang paling dekat sama rumah kamu. Kalau kamu di ronsen pakai X-Ray, kamu bisa terkontaminasi radiasi setinggi 50 microsievert hanya dalam waktu beberapa menit. Jadi, kalau kamu di ronsen setiap hari, siap-siap aja kena kanker.

Masih berpikir Jepang berbahaya?



Bagikan

Related Articles

2 comments:

  1. Apa pun yang terjadi di jepang
    jepang tetap la no 1 di hati
    berbahaya ayo tidak gk jd masalah de,,,,,,,,
    boku wa daisuki nihon desu.............
    itsumademo.............

    BalasHapus