In Berita Dari Jepang

Jepang Berduka Atas Kepergian Pendiri Apple


Aku suka Apple. Aku pernah mempunyai iPod (yang kemudian hilang jatuh di jalanan) dan iPhone 3GS (yang kemudian aku jual karena lagi butuh uang). Aku benar-benar kaget saat mendengar mamaku memberitahu kalau pendiri Apple telah meninggal dunia.

Yup. Seluruh dunia berduka atas kepergian sang legendaris dan innovator yang tidak lulus kuliah ini. Termasuk Jepang, tempat dimana iPhone hampir selalu menempati urutan pertama dalam daftar penjualan smartphone terlaris.

Toko penjualan Apple di Ginza, Tokyo, banyak didatangi orang yang ingin menyampaikan rasa belasungkawanya. Ada yang menaruh karangan bunga, menulis pesan, sampai mereka yang membungkuk dan memberikan penghormatan terakhir.




"Steve adalah sang jenius di masa kita, seseorang dengan kemampuan langka yang sanggup menyatukan seni dengan teknologi. Ratusan tahun dari sekarang, dia akan diingat sama seperti Leonardo da Vinci," kata Masayoshi Son, pendiri Softbank, yang juga merupakan rekan kerjasama Apple dari dulu.

Apakah Masayoshi berlebihan? Tidak juga.

Steven Paul Jobs lahir pada tanggal 24 Februari 1955 di kota San Francisco tanpa ada orang tua kandung yang mendampinginya. Ayah kandungnya, Abdulfattah John Jandali, seorang muslim dari Syria yang menjadi imigran di Amerika Serikat, tidak pernah berbicara dengan Steve sekalipun.

Hubungan Abdulfattah dengan Joanne Schieble, sang ibu kandung, tidak pernah direstui oleh kedua orangtua Joanne. Alhasil, Steve lahir menjadi anak yang "terbuang" dan diadopsi oleh Paul Jobs dan Clara Jobs. 19 tahun kemudian, anak yang "terbuang" ini keluar dari universitasnya karena masalah keuangan yang dialami orangtua angkatnya.

Steve bahkan pernah menukarkan botol-botol coca-cola hanya untuk mendapatkan koin-koin yang bisa dia kumpulkan untuk membeli makanan. Semakin gelapkah masa depan anak ini?

Ternyata tidak.

Dia berhasil mendapatkan pekerjaan pertamanya di perusahaan game (Atari), mendirikan perusahaan komputer (Apple), membangun perusahaan animasi (Pixar), menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan konglomerasi (Disney), mengubah industri musik dunia (melalui iPod), serta menciptakan telepon genggam dengan penggemar terfanatik di dunia (iPhone). Di tahun 2011 ini, Steve berada di peringkat ke 110 orang terkaya di muka bumi berdasarkan perhitungan majalah Forbes.

Mobilnya pribadinya, Mercedes SL55 AMG tahun 2008 berwarna silver, tidak memerlukan plat nomor. Dan gajinya di Apple hanya $1 per tahun. Itu sekitar Rp.10.000-an.


Jepang Berduka Atas Kepergian Pendiri Apple, Steve Jobs



Bagikan

Related Articles

2 comments:

  1. Saya juga kaget saat tahu pertama kali Jobs meninggal. :(

    Tapi memang setelah saya lihat foto terakhirnya, ia terlihat sangat kurus sekali. Pakai baju hitam lengan panjang, tampak sekali hanya berbalutkan kulit. :( Kanker pankreas menguras bobot tubuhnya, sampai2 ia harus dipapah oleh temannya. :(

    BalasHapus
  2. @asop - iya, dulu dia lumayan gemuk...

    BalasHapus