In Lain-Lain

Korea Selatan Mengimpor Daging Manusia Dari China


Postingan hari ini mungkin tidak ada hubungannya dengan Jepang, tapi cukup menggemparkan seluruh dunia. Jadi aku tulis saja supaya kita semua tahu.

Aparat kepolisian Korea Selatan telah mengungkap sebuah kasus dimana ada orang-orang Korea Selatan yang membeli kapsul-kapsul obat herbal dari China. Yang luar biasa adalah; kapsul-kapsul tersebut berisi daging manusia.

Korea Selatan Mengimpor Daging Manusia Dari China

Kapsul-kapsul yang diberi label obat herbal tersebut dijual dengan iming-iming menyembuhkan penyakit serta memperkuat kondisi tubuh kita dalam beraktifitas sehari-hari. Tentu saja hal ini tidak ada salahnya, karena banyak produk sejenis yang dijual di Indonesia. Yang salah adalah sang produsen sudah tidak menggunakan akal sehatnya lagi dalam memproduksi obat herbal tersebut.

Mereka mencari mayat bayi, memotongnya kecil-kecil, menggiling-giling daging tersebut, dan menumbuknya sampai sehalus mungkin. Lalu serbuk itu dikemas rapi di dalam kapsul nan cantik.

Praktek mengerikan itu terungkap ketika petugas Bea & Cukai Korea Selatan menemukan 35 upaya dari dalam negeri mereka sendiri untuk menyelundupkan sebanyak 17.451 kapsul daging bayi sejak bulan Agustus tahun lalu. Sekarang mereka baru menyebarkan berita ini untuk memberikan peringatan kepada warga Korsel untuk berhati-hati saat membeli vitamin atau obat herbal berbentuk kapsul.

Korea Selatan Mengimpor Daging Manusia Dari China

Aparat kepolisian akan terus memonitor penerbangan dari beberapa daerah China dan memeriksa semua barang bawaan seluruh penumpang. Surat kabar Chosun Ilbo mengabarkan bahwa kapsul daging manusia tersebut dijual seharga 40.000 - 50.000 won (sekitar Rp.300.000 - Rp.400.000) per botol di beberapa toko obat herbal.

"Praktek ini berasal dari kepercayaan takhayul bahwa dengan memakan bagian tubuh dari bayi muda maka penyakit-penyakit akan sembuh atau bisa juga memberikan satu kekuatan fisik khusus," kata Ha Ji-Hyun, seorang psikiater di Konkuk University Medical Center, Chosun.


Bagikan

Related Articles

0 comments:

Posting Komentar