Remaja Bunuh Diri Karena Naruto/Itachi


Seorang anak laki-laki yang baru berumur 14 tahun melompat dari sebuah gedung apartemen di kota Chaikovsky, Rusia, setelah mengetahui karakter anime favoritnya tewas dalam cerita tersebut. Anime yang dia nonton adalah Naruto. Dan karakter favoritnya adalah Itachi Uchiha.


Remaja Bunuh Diri Karena Menonton Naruto/Itachi

Polisi mengatakan Leonid Hmelev tewas seketika karena terjun dari ketinggian lebih dari 30 meter. Fans Naruto tentu tahu kalau Itachi tewas setelah bertarung mati-matian dengan adiknya sendiri, Sasuke, dalam serial anime Naruto Shippuden episode 138 (film Naruto ditayang lebih telat di Rusia jika dibandingkan dengan Asia). Rupanya Leonid "hancur" hatinya setelah melihat kematian Itachi. Dia meninggalkan rumah setelah posting sebuah pesan pendek di situs jejaring sosial yang mengatakan bahwa ia juga telah 'merencanakan sebuah akhir cerita'.

Kedua orang tuanya khawatir setelah anak mereka tidak pulang ke rumah dan pencarian pun dilakukan bersama-sama dengan para tetangga. Setelah hilang selama dua hari, mereka mendengar berita mengejutkan tentang seorang anak laki-laki yang melompat bunuh diri tak jauh dari tempat tinggal mereka. Ternyata apa yang mereka takutkan benar adanya. Tubuh sang remaja diidentifikasi oleh ayahnya, Ivan.

Dia berkata, "Saya selalu mengatakan bahwa dia menghabiskan waktu terlalu banyak menonton TV, dia tidak tahu apa yang nyata dan apa yang fiksi lagi." Berita menyedihkan ini adalah sebuah peringatan kepada para orang tua untuk memperhatikan apa yang anak anda baca dan tonton. Beritahu mereka bahwa anime dan manga adalah cerita-cerita fiksi yang merupakan bentuk suatu hiburan dan mungkin bisa memberikan sedikit pelajaran tentang kehidupan, bukan kenyataan!



40 komentar:

  1. Tu anak kurang kerjaan banget, sich. Menurut aku itu bukan salah orang tuanya. Anaknya aja yang( kayaknya) bego kelewat bego. Adek aku yang umurnya masih 11 tahun aja tahu, koq, mana kartun mana kenyataan>_<

    bunuh diri itu selalu dianggap jalan pintas untuk nyelesaiin masalah, padahal nyatanya bunuh diri itu cuma nambah masalah dan ngerepotin orang lain aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ersa: Menurut saya sedikit kurang tepat untuk menyalahkan si anak dalam hal ini korban. Tentu yang paling bersalah adalah kedua orangtuanya yang tidak memberikan pengawasan ketat kepada anaknya. Apalagi ketika Ayahnya mengatakan jika si Anak sudah tidak dapat membedakan mana yang nyata dan fiksi, itu berarti sang Ayah sudah mengetahui ada yang aneh dengan anaknya. Mengapa ketika beliau sudah mengetahui kondisi psikis anaknya terganggu, ia tidak mengantisipasi hal tersebut misalkan dengan menasehatinya agar tidak menonton terlalu sering, atau menjelaskan bahwa karakter fiksi dan pembangunan cerita dalam Anime Naruto hanyalah sebuah cerita.

      Hapus
    2. Kalo bicara soal siapa yang salah, buntutnya panjang. kita sampai tidak tahu harus nyalahin siapa. Pertama, mereka pasti nyalahin orang tua karena ngk ngontrol anaknya dengan baik. wajar, karena orangtuanya juga ngk nonton naruto, jadi gimana bisa tahu. apakah mesti dalam hal ini mereka suruh nonton juga? iyalah, pasti itu jawaban kamu..pertanyaannya, orangtua kita apa nonton juga? kedua, kalau di salahkan seorang anak, itu juga ngk mungkin. mereka butuh pengawasan dan arahan. bila melakukan kesalahan sebelum mendapat pelajaran, arahan dan himbauan, maka anak tidak berhak disalahkan. wajar dong salah.. kita aja dulu banyak buat gitu kan? ketiga yang penting banget, kamu tidak masuk dalam alur cerita fiksi anime naruto itu yang asli yang langsung dari tv jepangnya. Itachi Uchiha adalah karakter inspirasi saya dan hanya saja saya tidak fanatik. suatu sisi lain mengapa anak itu merasa kecewa dan bahkan bunuh diri adalah suatu pertanda bahwa dia sudah bisa memahami karater itachi dengan sempurna. Hanya saja sayangnya, kita harus nontonlah secara keseluruhan karena matinya karakter itachi di pertengahan keseluruhan episode, sedangkan penjelasan mengenai karakter itachi berada di akhir episode. siapa yang di salahkan? pembuat animenya? ngk juga kan?

      Hapus
    3. Kalo ngomongin masalah yang salah itu menurutku kedua orangtuanya yang salah karena mereka tidak mengajarkan hal yang baik pada anaknya jadi dia melakukan hal seperti itu ya mudah-mudahan kejadian seperti itu tidak pernah terulang kembali

      Hapus
  2. @Ersa - Aku rasa yang salah orang tuanya. Kemungkinan besar anak itu enggak diberikan perhatian, kasih sayang, dan waktu yang berkualitas bersama orang tua. Akhirnya, dia memilih hidup di cerita fiksi dan mati di dunia nyata.

    Aku yakin dia enggak bodoh. Dia cuma merasa untuk apa hidup kalau tidak ada yang tahu dia hidup. Kira-kira seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalem. Aku jadi bisa merasakan apa yg anak itu rasakan ketika bos admin komentar begini :'(

      Hapus
    2. Setuju bnget...sama admin.

      Hapus
  3. @Fachry - Ya, begitulah dunia. :(

    BalasHapus
  4. tidak ada yng perlu di salahkan dan jangan saling menyalahkan......setidak nya jadikanlah peristiwa tersebut menjadi sebuah pelajaran bagi kita di masa mendatang.....

    BalasHapus
  5. @Anonim - yang penting jangan menyerah pada keadaan. :)

    BalasHapus
  6. mending cosplayernya Itachi suruh temenin Leonid Hmelev. But sadly Leonid tewas duluan.

    BalasHapus
  7. itu karena dirusia tidak memiliki agama

    BalasHapus
  8. Padahal itachi hidup kembali yah

    BalasHapus
  9. ea sich hidup lg tapi mati lagi karna edo tensei

    BalasHapus
  10. Kok bisa sampai segitunya ya...

    BalasHapus
  11. Dodol semua

    BalasHapus
  12. gak bisa bedain kenyataan sama khayalan... orang tuanya kurang ngasih pengawasan..

    http://nurainiayu.student.ipb.ac.id/

    BalasHapus
  13. mungkin dia mengidap "Skizofrenia"..? makanya dia sulit membedakan mana yang nyata dan fiksi..

    BalasHapus
  14. Bukan salah anime nya, tapi orang tuanya yang tidak mengawasinya,,,

    BalasHapus
  15. aduh..... belom tau cerita selanjut nya maen bunuh diri aja dia >_<,padahal abis itu itachi di edo tensei lagi :v trus hidup lgi,"tp abis itu ilang lgi sih" sbnernya kan ada maksud pas itachi mati itu x_x

    BalasHapus
  16. turut berduka cita..... jd gak bisa liat ending naruto nya deh tu T_T

    BalasHapus
  17. Bagus lah. Kalau begitu mengurangi Kapasitas Penduduk :)

    BalasHapus
  18. Hahaha.. Atas ane gokil

    BalasHapus
  19. Mungkin dia pikir setelah dia mati lalu akan bertemu dengan itachi (hah) bodoh .

    BalasHapus
  20. hmm jaman sekarang org ga bisa bedain kenyataan dan ilusi

    BalasHapus
  21. Baka aitsu, gak punya otak dia, masa gitu aja bunuh diri, baka

    BalasHapus
  22. Aku aja yg suka sama Itachi Uciha aja biasa aja.. paling cuman menyentuh hati doang.. ga nyampe bunuh diri.... :''v

    BalasHapus
  23. Jadi bukan salah ANIME!!!!!!!! SI RUSIA ITU YG B*D**

    BalasHapus
  24. Saudaraku, akan lebih baik jika kita melihat fenomena ini sebagai pelajaran agar tidak terjadi kepada anak kita, adik kita, sahabat dan siapapun. Memang kekuatan pembangunan cerita dalam Anime Naruto sangat kuat. Tetapi maksud dari Kishimoto-Sensei agar kita dapat memahami arti dari indahnya perjuangan dalam hidup.
    Selain itu, saya mungkin ingin mengkritisi tentang penikmat Anime Naruto. Menurut pandangan saya pribadi, sebenarnya Komik dan Anime Naruto tidak pantas ditonton oleh anak kisaran umur 9 tahun kebawah. Mengapa? Secara psikologi, anak yang berada di bawah umur 9 tahun, imajinasinya masih terus berkembang. Artinya, mereka akan sangat mudah memprojeksikan sebuah cerita baik itu dari film ataupun komik ke dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga sebenarnya masih memerlukan pengawasan.
    Sekali lagi, peran orangtua sangat penting untuk memilih film-film, anime, ataupun komik untuk buah hatinya. Orangtua bahkan perlu menganalisis apakah Anime/ komik yang 'dokonsumsi' anaknya ini sudah sesuai dengan pemahamannya.
    Karena, dari beberapa penelitian yang saya lakukan terhadap Anime Naruto, memerlukan pemikiran dua kali atau Critical Thinking terhadap setiap scene yang ditampilkan.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Knp coba bisa seorg anak mengapresiasikan ny dlm dunia nyata..
    Brarti org tuanya yg sudah gagal.

    BalasHapus