Sebelum jam menunjukkan pukul 12:00, lonceng kuil di seluruh Jepang mulai dibunyikan sebanyak 108 kali. Tradisi ini disebut Joya No Kane ( 除夜の鐘 ) dimana orang-orang menyambut tahun baru dengan mendengarkan suara lonceng kuil. Menurut kepercayaan agama Buddha, bunyi-bunyi lonceng tersebut akan menyucikan diri kita dari semua 108 keinginan duniawi manusia.
Simak video upacara Joya No Kane berikut ini...
Apa saja 108 keinginan duniawi manusia? Kalau kamu merasa sesuatu tidak boleh dilakukan atau dipikirkan, itu sudah termasuk. Berikut daftar lengkapnya.
........................................................................................................................................................................................................
| 1.
Agresi 2. Ambisi 3. Kemarahan 4. Kecongkakan 5. Kehinaan 6. Pemfitnahan 7. Perhitungan 8. Tidak tahu malu 9. Kebohongan 10. Kekuasaan 11. Kegagahan 12. Penghinaan 13. Kekejaman 14. Mengutuk 15. Kehinaan 16. Penipuan 17. Kecurangan 18. Khayalan 19. Mengejek 20. Iri hati 21. Egoisme 22. Perselisihan 23. Tidak sopan 24. Ketidakpuasan 25. Berlebihan 26. Ingin lebih 27. Kecederaan 28. Ketidakteraturan 29. Sikap tak hormat 30. Rahasia buruk 31. Gampang percaya 32. Mencari kesalahan 33. Semangat untuk daya 34. Keinginan untuk terkenal 35. Kecanduan minuman keras 36. Tingkah laku yang menghina |
37.
Perjudian 38. Cerewet 39. Kerakusan 40. Keserakahan 41. Serakah uang 42. Dendam 43. Keras hati 44. Kebencian 45. Keangkuhan 46. Manipulasi 47. Keganasan 48. Permusuhan 49. Penghinaan 50. Luka batin 51. Kemunafikan 52. Ketidaktahuan 53. Keangkuhan 54. Berpura-pura 55. Kelancangan 56. Ceroboh 57. Ketidakacuhan 58. Berbohong 59. Diam-diam 60. Ketidakpuasan 61. Kecemburuan 62. Ketidaktoleranan 63. Kurangnya pemahaman 64. Pelepasan nafsu berahi 65. Merasa tahu semuanya 66. Tidak mau berkompromi 67. Tidak Bertanggung jawab 68. Penyalahgunaan kuasa 69. Kesewenang-wenangan 70. Rasa tidak berterima kasih 71. Kesenangan karena sakit 72. Tidak mau mengampuni |
73.
Obsesi 74. Kekerasan 75. Keras hati 76. Keras pikiran 77. Penindasan 78. Bermegah 79. Pesimisme 80. Prasangka 81. Praduga 82. Mudah marah 83. Kebanggaan 84. Pemborosan 85. Berkelahi 86. Kemarahan 87. Kerakusan 88. Mengejek 89. Sadisme 90. Sarkasme 91. Menggoda 92. Gairah 93. Murka 94. Nafsu seksual 95. Tak tahu malu 96. Kekikiran 97. Keras kepala 98. Menyiksa 99. Kezaliman 100. Kekejaman 101. Kerusuhan 102. Keras hati 103. Kesombongan 104. Balas dendam 105. Menutup-nutupi 106. Berpikiran negatif 107. Membenci diri sendiri 108. Mengingkari diri sendiri |
........................................................................................................................................................................................................
Rasa-rasanya, aku punya 107,5 dari semua sifat dan keinginan diatas ya. Gawat.
Shiwasu adalah kata dalam bahasa Jepang untuk bulan Desember yang berarti "guru berjalan mengitari para murid." Kata ini mencerminkan bahwa bulan ini adalah bulan tersibuk dalam satu tahun karena orang-orang berusaha membereskan apapun juga untuk menutup tahun ini. Lalu bagaimana orang Jepang menghabiskan akhir tahun?
Selama Desember, acara makan-makan yang disebut bounenkai ("lupakan tahun lalu") diadakan di antara rekan kerja atau teman-teman di Jepang. Mereka juga saling memberikan oseibo (hadiah akhir tahun) serta menulis nengajo (kartu pos tahun baru) untuk dikirim ke sanak keluarga yang agak jauh.
Di balik matahari musim dingin, beberapa tradisi Jepang seperti makan kabocha (sejenis buah labu) dan mandi yuzuyu (mandi air panas yang dipenuhi dengan buah jeruk) sudah merupakan keharusan. Tradisi ini adalah sebuah wujud keinginan orang Jepang untuk tetap sehat selama musim dingin dengan menjaga tubuh tetap hangat dan makan buah-buahan yang bergizi.
Lalu ada juga yang melakukan oosoji yang berarti pembersihan secara total. Sangat penting bagi warga Jepang untuk menyambut tahun baru dengan keadaan yang bersih, karena itu semuanya sibuk dengan pekerjaan bersih-bersih yang dilakukan di rumah, sekolah dan tempat kerja sebelum masuk ke tahun baru.
Bersamaan ketika pembersihan dilakukan, dekorasi tahun baru biasanya dipasang di dalam maupun di luar rumah pada tanggal 30 Desember. Sepasang kadomatsu (batang pohon pinus dan dekorasi bambu) ditempatkan di depan pintu atau di pintu gerbang. Kemudian shimekazari atau shimenawa yang terbuat dari dekorasi kertas dan buah jeruk digantung di berbagai tempat dan juga di depan pintu berguna untuk membawa keberuntungan. Menurut kepercayaan, kesemuanya itu mulai dari bambu, pinus dan jeruk merupakan simbol umur panjang, vitalitas, dan nasib baik. Dekorasi lain adalah kagamimochi yang terdiri dari dua kue mochi yang ditumpuk menjadi satu ditempatkan di meja. Selain kue mochi, ada pula osechi ryori, makanan-makanan yang dibungkus rapi dalam kotak.
Hampir semua kantor libur selama 1-2 minggu di Jepang, jadi para karyawan memanfaatkannya dengan berpergian bersama keluarga tercinta, entah itu ke luar negeri maupun ke Disneyland. Banyak juga yang menghabiskan oomisoka (malam pergantian tahun baru) dengan tenang di rumah.
Sudah tradisinya orang Jepang pula memakan mie soba, karena mie yang panjang itu melambangkan umur panjang. Tradisi ini disebut toshikoshi soba (mie yang melewati tahun). Restoran-restoran yang menjual mie soba pun sampai kewalahan dalam melayani para pelanggannya di malam tanggal 31 Desember.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu rencanakan untuk menutup tahun ini dan menyambut tahun baru?
Tidak ada yang tahu dengan pasti bagaimana atau dari mana kue mochi berasal (ada yang bilang dari China), tapi kue yang terbuat dari beras yang ditumbuk ini sudah digunakan untuk perayaan tahun baru bagi para bangsawan Jepang selama periode Heian (tahun 794 - 1185). Pada awal abad ke 10, berbagai jenis mochi digunakan sebagai persembahan kekaisaran pada upacara keagamaan. Catatan dari era tahun 1.070 menyebut kue beras ini sebagai "mochii." Baru sekitar abad ke 18, orang-orang mulai menyebutnya "mochi."
Berbagai teori menjelaskan asal muasal nama tersebut. Salah satunya adalah bahwa "mochi" berasal dari kata kerja "motsu," yaitu 'untuk menahan atau memiliki,' menandakan bahwa mochi adalah makanan yang diberikan oleh para dewa. Ada pula kata "mochizuki" yang berarti 'bulan purnama' dan ada orang yang menyebutnya "muchimi" yang berarti 'lengket.' Petani Jepang jaman dulu dikatakan memakan mochi pada musim dingin untuk meningkatkan stamina mereka. Para samurai suka dengan mochi karena mudah untuk disiapkan dan dibawa kemana-mana. Katanya suara mochi yang ditumbuk adalah tanda bahwa mereka hendak pergi ke medan perang.
Sudah merupakan tradisi dalam masyarakat Jepang untuk memakan kue mochi dalam rangka merayakan acara tahun baru, karena itulah kita bisa melihat banyak orang melakukan mochitsuki pada bulan Desember ini. Mochitsuki adalah cara tradisional orang Jepang dalam membuat kue mochi menggunakan palu kayu untuk menumbuk-numbuk beras mochi yang dikukus dalam wadah batu atau kayu. Setelah beras menjadi lengket, dipotong menjadi potongan-potongan kecil kemudian dibentuk menjadi bulat atau oval.
Simak pembuatan kue mochi dengan cara mochitsuki berikut ini...
Di era modern ini, kue mochi sudah diproduksi secara massal di pabrik dan dijual di supermarket, mall dan toko kue. Bagi mereka yang ingin membuat sendiri di rumah, mereka bisa menggunakan mesin pembuat otomatis. Foto dibawah ini adalah contoh kue mochi yang sudah diberi berbagai macam perasa yang manis-manis...
Mochi = 餅
Apa jadinya kalau One Piece, Naruto dan Dragon Ball digabung dalam satu rumah? Pasti bakalan heboh. Itulah yang direncanakan oleh pihak Namco Bandai yang sudah sibuk membangun sebuah taman hiburan Shonen Jump dalam satu tahun terakhir ini di gedung World Import Mart, Tokyo.
Taman yang dijadwalkan dibuka untuk umum pada musim panas tahun depan itu akan diisi dengan restoran, game center, dan toko-toko yang menjual segala sesuatu yang berhubungan dengan One Piece, Naruto dan Dragon Ball.
Pantes Ichigo enggak seneng...
Jepang.net mengucapkan 'Selamat Hari Natal' bagi kamu-kamu yang merayakannya. Semoga hari ini dan hari-hari berikutnya membawa kedamaian serta kehangatan di hati kita semua. Amin.
Selamat Natal = Merii Kurisumasu / メリークリスマス
Di negeri sakura, penduduk yang beragama kristen/katolik diperkirakan hanya terdapat 1-2% dari seluruh total populasi. Tapi karena orang Jepang adalah pecinta festival dan perayaan, maka natal pun dirayakan, meskipun sedikit berbeda dengan natal yang dirayakan di Indonesia. Contohnya: tanggal 25 Desember bukanlah hari libur nasional di Jepang, tapi tanggal 23 Desember kemarin justru libur karena merupakan hari kelahiran Kaisar Akihito.
Jadi apa persiapan orang Jepang dalam menyambut natal? Beli ayam goreng! Ya, berkat kampanye iklan yang brilian dari Kentucky Fried Chicken dalam beberapa dekade terakhir, orang-orang Jepang justru menjadikan ayam goreng sebagai makanan wajib saat merayakan natal bersama teman dan keluarga. Tidak heran kalau KFC di Jepang adalah satu-satunya KFC di dunia yang menyajikan menu khusus di hari natal.
Coba lihat antriannya di berbagai restoran KFC dalam video berikut ini...
Belakangan ini banyak orang yang lagi sakit batuk pilek (termasuk aku). Maklumlah dengan adanya perubahan cuaca di bulan Desember. Nah, kalau kamu sedang pilek sekarang, mungkin alat ini bisa membantu sedikit...
Akhirnya tiba juga. Hari yang ditunggu-tunggu oleh miliaran orang di seluruh dunia. Banyak yang tidak percaya, tidak sedikit pula yang percaya bahwa hari ini bumi akan berguncang dashyat karena kalender suku Maya berakhir tepat pada tanggal 21 Desember 2012. Hari ini.
Jepang boleh saja kelihatan tenang mengenai ramalan kiamat ini, tapi ada satu orang yang lantang berbicara mengenai ramalan bintang. Dia adalah Kaoru Nakamaru, yang mengaku sebagai cucu Kaisar Meiji (3 November 1852 – 30 July 1912) dan ketua dari organisasi International Affairs Institute for World Peace. Kaoru meramalkan bahwa bumi akan mengalami "kegelapan" yang luar biasa selama 3 hari dimulai dari hari ini.
Tidak jelas apa yang dia maksud dengan kegelapan, tapi Kaoru juga mengaku bahwa dia pernah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan para alien yang naik piring terbang (UFO). Simak videonya berikut ini...
Orang Jepang telah lama memiliki reputasi atas kejujurannya, terutama ketika berhubungan dengan barang-barang yang hilang. Kemarin seorang karyawan dari tempat pembuangan limbah di Prefektur Hiroshima telah memastikan bahwa reputasi kejujuran tersebut tetap utuh setelah dia menemukan uang tunai sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp. 1 Miliar di tumpukan sampah dan melaporkannya ke polisi.
Petugas kepolisian sedang berusaha melacak pemilik uang tunai tersebut. Jika tidak ada yang datang mengaku sebagai pemiliknya dalam kurun waktu tiga bulan, maka pemilik tempat sampah tersebut berhak atas uang tunai itu. Buset. Kalau aku sampai menemukan uang sebesar itu di tong sampah, jujur saja aku akan merasa amat sangat terlalu susah sekali banget untuk melaporkannya ke polisi. :)
Menyembunyikan uang dalam jumlah besar bukan sesuatu yang baru di Jepang. Banyak orang lebih memilih untuk menyimpan uang mereka di dalam rumah karena mereka berpikir bahwa menyimpan uang di bank tidak ada gunanya atau karena bunganya sedikit. Tapi mereka tidak menyimpannya di bawah bantal atau kasur, melainkan di brankas besi yang harganya lumayan mahal. Bahkan, ratusan brankas besi yang mengandung sejumlah besar uang tunai ditemukan di tengah puing-puing yang hanyut akibat tsunami tahun lalu.
Orang yang baru mengenal Jepang atau mereka yang pertama kali datang ke Jepang mungkin akan terkejut karena melihat begitu banyak orang disana yang memakai masker bedah kemanapun mereka pergi.
Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Yang paling umum adalah bahwa mereka sedang sakit dan mengenakan masker untuk menjaga agar kuman penyakit tidak menyebar ke orang lain di sekitarnya. Demikian juga ada orang yang memakai masker untuk menjaga diri dari penyakit apapun yang bisa menjangkiti mereka. Lainnya menggunakan masker untuk melindungi wajah dari serbuk sari yang terbang bebas jika musim semi tiba.
Lalu, ada juga orang-orang (terutama para wanita) yang mengenakan masker cuma karena ingin menyembunyikan sesuatu yang berakar di wajah mereka, seperti jerawat atau bisul misalnya. Atau bahkan menyembunyikan emosi mereka. Mungkin mereka sedang kesal dan mereka tidak ingin orang lain melihat wajah cemberut mereka.
Secara khusus, mengenakan masker untuk tujuan kosmetik dan kenyamanan telah menjadi begitu populer di kalangan anak muda di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Media Jepang telah men-cap pemakaian masker ini sebagai trend fashion yang lagi "in" saat ini.
News Post Seven telah mensurvei 100 orang yang rajin mengenakan masker di Shibuya, distrik fashion yang paling populer di Tokyo, dan menemukan bahwa sekitar 30% dari mereka memakai masker mereka untuk alasan yang tidak ada hubungannya sama sakit penyakit atau alergi. Mereka juga menanyakan alasan mengapa orang-orang yang tidak sakit atau memiliki alergi mengenakan masker. Hasilnya, dimulai dengan jawaban yang paling populer, adalah sebagai berikut...
1. Saya tidak mengenakan make-up apapun!
2. Saya mau jaga wajah supaya hangat
3. Saya mau wajah saya terlihat kecil
4. Saya nyaman saja mengenakan masker
5. Untuk menjaga tenggorokan saya dari kekeringan
Menurut situs Naver Matome, beberapa wanita melihat masker tidak hanya sebagai cara untuk menutupi wajah mereka pada hari make-up yang buruk, tetapi juga sebagai aksesori yang dapat membuat mereka tampil lebih menarik. "Masker memberikan anda penampilan yang misterius karena hanya mata anda yang terlihat," kata salah satu gadis remaja ketika di wawancara. "Mengenakan masker membuat saya terlihat lebih manis!"
Beberapa perusahaan bahkan berusaha untuk memanfaatkan tren fashion ini, seperti Picomask, yang telah menjual masker bedah bergaya dan berwarna-warni sejak tahun 2010.
Kesaksian lainnya oleh mereka yang mengatakan mereka mengenakan masker untuk kenyamanan memberikan kesan bahwa ada sesuatu yang secara psikologis lebih dalam dari citra diri sebagai masalah pekerjaan. "Saya tidak ingin menunjukkan kepada orang lain diri saya yang sebenarnya. Karena wajah saya tertutup, orang-orang tidak tahu siapa saya yang sebenarnya. Ini menyenangkan," kata gadis remaja lainnya. "Lagipula saya tidak suka membuat-buat (memalsukan) ekspresi wajah saya."
Menurut Yuzo Kikumoto, penulis "Topeng Kencan Izonsho" sebuah buku yang membahas mengapa para pemuda bersembunyi di balik topeng di depan umum, menjelaskan bahwa banyak siswa Jepang memakai masker untuk menjaga mereka dari berdiri di antara kerumunan. "Mereka memiliki ketakutan abnormal untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya kepada rekan-rekan mereka sendiri."
Yuzo percaya bahwa mengandalkan masker untuk merasa nyaman di depan umum adalah produk sampingan dari kaum muda Jepang yang terlalu sering menggunakan email dan situs jejaring sosial untuk berkomunikasi satu sama lain. Seakan-akan mereka tidak dapat berinteraksi dengan orang lain kecuali ada pelindung yang menawarkan mereka privasi. Dasar orang Jepang.
Postingan hari ini tidak ada hubungannya dengan Jepang, melainkan sebuah 'eksperimen' matematika yang mengagumkan. Kunjungilah Google lalu copy & paste semua rumus dibawah ini di box pencari...
5 + (- sqrt(1- x^2- (y- abs(x))^2))cos(30((1-x^2-(y-abs(x))^2))), x is from -1 to 1, y is from -1 to 1.5, z is from 1 to 5
Catatan: Kamu harus menggunakan web browser Google Chrome atau Firefox versi terbaru untuk melihat efeknya!
Orang Jepang ada-ada saja...
Bagi kamu yang suka sama One Piece tapi tidak pernah main game-nya, sekali-kali bolehlah menonton video yang seperti berikut ini...
Tak peduli negara mana yang menjadi rumahmu, akan selalu ada momen-momen disaat kamu merasa seperti penduduk asli disana. Bagaimana dengan Jepang? Apa yang membuat para warga di Jepang merasa mereka sejati orang Jepang? Navi News melakukan survei terhadap 1000 penduduk di negeri sakura dan membuat mereka menceritakan mengenai momen disaat mereka merasa seperti orang Jepang yang sesungguhnya. Berikut hasilnya.
Saat perjalanan:
- Saya tidak bisa tidur di kasur-kasur hotel, tetapi saya bisa dengan cepat terlelap diatas tatami dan futon. (Laki-laki, 31)
- Saat saya singgah di hotel, saya sering mengonsumsi nasi dan sup miso untuk sarapan. (Perempuan, 29)
- Saat saya menggunakan onsen. (Laki-laki, 28)
- Saat saya menunggu di sebuah antrian tanpa mengeluh. (Perempuan, 31)
Saat makan:
- Saat saya mengonsumsi Tamago-kake-gohan (nasi dengan telur mentah diatasnya) (Laki-laki, 53)
- Saat saya menaruh natto diatas nasi. (Perempuan, 24)
- Saat saya menikmati suasana dengan semangkuk Chazuke (nasi dengan teh hijau dituang diatasnya. (Laki-laki, 45)
- Saat saya meminum sake panas Jepang. (Laki-laki, 24)
Saat pada sebuah acara:
- Saat saya menikmati momen bermekarannya bunga cherry bersama orang-orang. (Perempuan, 23)
- Saat saya memakan mochi di hari tahun baru. (Perempuan, 24)
- Saat saya gembira mengetahui bahwa Jepang memenangkan medali pada kejuaraan Olympics, atau saat ada pemenang Nobel Prize dari Jepang. (Perempuan, 30)
Kehidupan sehari-hari:
- Saat saya kesal ketika keretanya tidak tiba tepat waktu. (Perempuan, 27)
- Saat saya masuk kedalam bak mandi dan mendesah, "Ah." (Laki-laki, 53)
- Saat saya meminum air langsung dari kerannya. (Perempuan, 39)
- Saat saya membeli pasta dari toko dan kasirnya bertanya, "Apa kau ingin menggunakan garpu atau sumpit?" saya selalu menjawab, "Sumpit." (Perempuan, 31)
- Saat saya marah ketika toiletnya tidak mempunyai fungsi bidet. (Perempuan, 23)
Saat komunikasi:
- Disaat saya sedang menghadapi situasi yang rumit, saya tidak pernah lepas kendali dan tetap menyimpan perasaan saya sendiri. (Perempuan, 24)
- Saat saya kesal dengan orang-orang yang tidak bisa membaca situasi. (Perempuan, 30)
- Saat saya mengucapkan kata-kata seperti "Yoroshiku onegai shimasu," "Otsukare sama," dan "Okagesamade." (Perempuan, 23)
- Saat saya membungkuk ketika menggunakan telepon. (Laki-laki, 25)
Lain-lain:
- Saat saya berpikir anjing jenis Shiba Inu adalah yang paling lucu. (Perempuan, 35)
Bagaimana denganmu? Apa yang membuatmu merasa seperti penduduk/warga yang asli lahir di Indonesia?
Selama beberapa abad, para orangtua di Jepang senang memberi anak mereka nama-nama Jepang yang biasa. Tentu, belakangan ini banyak tren baru yang bermunculan, tetapi yang paling membingungkan justru tren dalam memberikan anak-anak mereka nama yang aneh. Tren ini sangat mungkin menimbulkan kekhawatiran akan adanya intimidasi dari lingkungan sekitar anak-anak di kemudian hari, seperti "bullying" di sekolah misalnya.
Nama orang Jepang jelas berbeda dari nama orang Indonesia. Menurut tradisi, nama depan dipilih berdasarkan jumlah goresan pada nama belakang, dan didasarkan pada arti dari huruf kanji yang digunakan di nama depan. Sebagian kanji lebih disukai karena arti dibalik kanji tersebut.
Anak perempuan biasanya diberikan nama yang lebih sederhana karena nama belakang mereka akan berganti setelah mereka menikah, dan para orangtua khawatir jika mereka memberikan nama yang rumit dengan banyak jumlah goresan, maka nama itu tidak akan sesuai atau enak didengar bila dipadukan dengan nama belakang mereka yang baru.
Sekarang, banyak orangtua muda memilihkan nama yang "gemerlap" bagi anaknya, seperti "kirakira neemu", atau キラキラネーム. Nama seperti ini hanya didasarkan dari enak-tidaknya nama ini terdengar saat diucapkan, dan huruf-huruf kanjinya tidak mempunyai arti yang begitu bermakna. Bahkan terkadang, orang-orang memberi anak mereka nama-nama dari manga, anime atau video game, contohnya... Pikachu.
Di koran Jepang, ada kolom-kolom yang didalamnya mendiskusikan mengenai kasus penyiksaan atau "bullying" terhadap anak-anak yang memiliki nama tidak biasa. Namun satu daya tarik dari nama-nama unik ini adalah justru mereka yang memilikinya bisa menjadi lebih menonjol di lingkungan sekitar. Para orangtua tidak ingin anak mereka memiliki nama depan yang sama seperti anak-anak lain. Banyak nama belakang yang memang sudah umum di Jepang, jadi keinginan untuk menjadi berbeda itu bisa dimengerti.
Untuk pemilihan umum selanjutnya di Jepang, partai demokrat-liberal disana juga menganggap ini sebagai sebuah kasus politik, dan mereka berpendapat para orangtua harus dididik lebih baik mengenai hal ini. "Anak bukanlah hewan peliharaan," ujar mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe. "Para orangtua ini jelas memerlukan bimbingan."
Salah satu dari nama-nama gemerlap yang dijadikan sebagai contoh adalah "Pikachu", dimana kanji yang terlibat adalah kanji 光宙, yang secara harfiah berarti "cahaya" dan "luar angkasa". Oke, nama Pikachu memang bagus, tapi tetap saja terdengar seperti nama hewan.
Selama beberapa dekade mengikuti perang di Jepang, nama anak-anak perempuan umumnya diberi kanji "ko" (子), sehingga menghasilkan banyak sekali wanita yang bernama seperti "Yoko", "Kyoko", atau "Yuko". Salah satu alasan mengapa "ko" sering sekali digunakan pada saat itu adalah karena Permaisuri Michiko. Dia adalah gadis pertama dari kalangan orang biasa yang menjadi anggota dari keluarga imperial Jepang melalui jalur pernikahan. Sekarang, "ko" sudah menjadi nama yang kuno bagi sebagian kalangan. Setelah demam "ko", kini semakin banyak perempuan yang memiliki nama dengan kanji "mi" (美), yang berarti "cantik".
Tren nama-nama gemerlap ini sebenarnya mirip dengan kebiasaan orang barat yang menamai anak mereka berdasarkan enak-tidaknya nama itu terdengar. Tentu, sebagian orang memberikan anak mereka nama keluarga mereka atau mengecek dulu arti dari nama yang akan mereka berikan, tetapi banyak yang tidak menghiraukannya. Orang-orang harusnya memilihkan nama yang bagus sehingga anak-anak mereka bangga akan nama tersebut.
Maka dari itulah, wahai para orangtua - baik di Jepang maupun di belahan dunia lain - tolong jangan namai anakmu yang aneh-aneh. Unik boleh, tapi jangan Pikachu. Jangan.
Fotografer Jepang, Tsuyoshi Ozawa, telah menciptakan serangkaian foto yang disebut "Senjata Sayuran" yang menampilkan sosok para wanita sedang memegang senjata yang terbuat dari sayuran. Pesan moral yang ingin dia sampaikan adalah perdamaian.
Melakukan trik sulap dan bersahut 'Ho ho ho!' adalah bagian dari kursus untuk menjadi Santa di Jepang, setidaknya itulah yang diajarkan di Tokyo Santa Claus Academy yang melatih para calon Santa di negeri yang terkenal dengan anime dan manga ini. Pada akhir pekan lalu, 88 orang Jepang, mulai dari yang muda sampai yang tua, masuk sekolah unik di distrik Roppongi, Tokyo, untuk mengikuti kursus kilat bagaimana cara berperilaku sebagai "Santa-san" untuk meramaikan suasana natal di Jepang.
"Ada banyak anak-anak yang tidak percaya Santa Claus lagi," kata Masaki Azuma, sang kepala sekolah Tokyo Santa Claus Academy. "Jadi saya berkata kepada diri sendiri, 'Mari kita bawa Santa Claus kembali.'"
Sesi pagi dimulai dengan Masaki-san yang melatih para siswa untuk mempunyai pola pikir, sifat dan kebiasaan yang sama dengan Santa Claus, seperti misalnya; mendengarkan permintaan anak-anak, suka minum susu dan selalu membawa hadiah. Masaki-san juga mengajari mereka beberapa trik sulap untuk mencairkan suasana.
Sesi terakhir dikhususkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang sering kali diberikan oleh anak-anak, misalnya seperti "Rumah saya tidak memiliki cerobong asap dan kami juga memiliki sistem keamanan yang memonitor rumah, jadi bagaimana Santa-san bisa datang dan memberikan saya hadiah?" Iya, susah juga menjawabnya ya.
Meskipun umurnya Masaki-san mendekati 70 tahun, Masaki-san telah berjanji untuk terus mengajar di sekolahnya sampai dia tidak bisa berdiri lagi. "Meskipun jaman berubah terus, Santa Claus adalah sosok yang perlu hidup dalam hati setiap orang," katanya sambil bersahut 'Ho ho ho!'
Desember adalah bulan dimana warna perak dan emas berkilauan, serta pohon-pohon dihiasi dengan segala macam pernak-pernik yang cantik. Sebuah toko perhiasan di Tokyo, Ginza Tanaka, menjual Pohon Natal Emas Disney untuk menyambut dan merayakan natal. Kamu bisa membayar uang sebesar 350 juta yen atau sekitar Rp. 40 miliar untuk membawa pohon natal emas ini pulang ke rumah.
Dibuat berkat kerjasama dengan Walt Disney Jepang juga dalam rangka memperingati ulang tahun Walt Disney yang ke-110, pohon natal yang terbuat dari 40 kg emas ini mempunyai tinggi sekitar 2,4 meter dan berdiameter 1,2 meter. Setiap sisinya dihiasi dengan 50 karakter Disney yang mewah mulai dari Miki Tikus, Mini Tikus, Gufi, Donal Bebek, Tinker Bell hingga Cinderella, yang kesemuanya terbuat dari emas murni.
Simak videonya berikut ini...
Bagi kamu yang suka minum kopi, atau kamu yang bekerja di kafe, atau kamu yang sedang berencana untuk membuka usaha kedai kopi, mungkin kamu bisa mengikuti Kazuki Yamamoto yang menekuni seni menghias kopi berikut ini...
Kopi = Kohi / コーヒー

