In Berita Dari Jepang Orang Jepang

Anak Kecil Bunuh Diri Karena Sekolah (Lagi)


Entah sudah yang keberapa kalinya berita seperti ini muncul di media massa Jepang. Seorang anak laki-laki yang baru berusia 11 tahun melakukan bunuh diri dengan cara melompat ke rel kereta api agar tubuhnya tertabrak dan terlindas sampai remuk. Kenapa dia berbuat seperti itu? Di samping tas-nya ada secarik kertas yang berisi pesan terakhirnya...

"Tolong hentikan penutupan dan penggabungan sekolah kami dengan sekolah lain. Sebagai gantinya, akan saya berikan nyawa saya" -- Seperti itulah kira-kira isi pesan tersebut. Anak itu juga sempat mengirim SMS terakhir ke ibunya, "Terima kasih atas semuanya. Aku benar benar mencintaimu, bu..."

Miris dan tragis memang.

Anak Kecil Bunuh Diri Karena Sekolah (Lagi)

Setelah diselidiki, rupanya sekolah tempat dia belajar di Osaka sedang dalam proses penutupan (gulung tikar alias bangkrut) dan murid-muridnya akan digabungkan (dipindahkan) dengan sekolah lain. Dan bukan hanya sekolah dia saja, belakangan ini banyak sekolah-sekolah lain yang terpaksa ditutup karena kekurangan murid. Ya mau bagaimana lagi, Jepang memang sedang kekurangan generasi muda saat ini.

Tapi apakah benar hanya karena urusan membela sekolah akhirnya dia bunuh diri? Tampaknya tidak mungkin bagi seorang anak yang baru berumur 11 tahun bisa berpikir sampai sejauh itu. Banyak orang yang berpendapat kalau anak tersebut kemungkinan besar mempunyai masalah lain.

Related Articles

11 comments:

  1. jadi pengen ke jepang buat nyari istri > nikah > bikin anak yang banyak..

    terus minta sponsorship ke pemerintah buat biaya segala macem nya

    BalasHapus
  2. @ララ4ジア - Masalahnya, para wanita Jepang sudah tidak tertarik untuk nikah. :)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Kalo ane jadi anak kecil itu, tumpengan tuh.. haha

    BalasHapus
  5. Sedih banget bacanya.. T0T

    BalasHapus
  6. Ngomong-ngomong,katanya di Jepang tidak boleh bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta-___-"karena itu bisa mengganggu lalulintas kereta.Jadi, keluarga dari orang yang bunuh diri itu justru harus membayar denda.Gimana donk dengan keluarga anak itu?

    BalasHapus
  7. @Ersa - Betul, tapi bukan hukum pemerintah Jepang, melainkan perusahaan kereta api yang menuntut ganti rugi ke pihak keluarga.

    BalasHapus
  8. haha memang betul begitu ,
    pihak perusahaan kereta lah yang minta ganti rugi karna kereta jadi terlambat ..
    tapi apakah benar di jepang wanitanya sudah tak tertarik ingin menikah ?
    padahal gw pengen banget ke jepang

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Gan - Terus menikah sama orang Jepang, gitu? Yakin orang Jepang-nya mau? Hahaha.

      Hapus
  9. kontoculai21/5/16 2:29 PM

    Mungkin ini bisa jadi ide bisnis untuk orang Jepunk.Layanan bunuh diri!
    Jadi melayani bikin foto terakhir,pesan terakhir,dan kematian yang tidak sakit

    BalasHapus