Para Single Di Jepang Tidak Tertarik Untuk Kencan


Dai Nakajima tidak keberatan untuk mempunyai pacar. Pada usianya yang ke 28, dia mulai merasakan tekanan untuk memiliki keluarga sendiri. Dengan penuh keberanian, ia mendekati gadis-gadis di kota Tokyo dan bertanya apakah mereka ingin ikut ke acara "gokon" yang diselenggarakannya setiap minggu. Nakajima mengaku bahwa tingkat keberhasilannya hanya sekitar 10%, tetapi itu sudah cukup untuk membuatnya tetap semangat. "Aku sudah mencari selama empat tahun," katanya. "Tapi jujur ​​saja, saya menikmati hidup saya sebagai seorang bujangan."

Para Single Di Jepang Tidak Tertarik Kencan

Nakajima memang masih single, tapi dia tidak merasa kesepian sama sekali. 'Tidak ada kencan,' 'single' dan 'tidak ingin menikah' adalah jawaban-jawaban mayoritas dalam survei skala nasional yang disponsori pemerintah Jepang atas para pria dan wanita usia 18 sampai 34 tahun. Sebanyak 61,4% dari pria yang belum menikah mengatakan bahwa mereka tidak punya pacar, naik 9,2 poin sejak survei nasional sebelumnya pada tahun 2005. Sedangkan wanita yang belum menikah dan tidak mempunyai pacar mencapai angka 49,5%. Angka-angka ini merupakan rekor baru yang meresahkan banyak pihak.

Sebanyak 40% dari para responden mengatakan bahwa mereka tidak ingin menikah dan 45% dari pria single mengatakan bahwa mereka tidak berminat berpacaran dengan lawan jenis sama sekali (nah loh!). Hasil survey ini telah memicu kekhawatiran bahwa tingkat kelahiran di Jepang akan terus menurun tajam dari tahun ke tahun.

Mengapa bisa begini? Apa yang sebenarnya terjadi dengan orang-orang Jepang? Penyebab tren atau fenomena 'kesendirian' ini masih belum sepenuhnya jelas sampai sekarang. Namun, bukti yang bersifat anekdot menunjukkan pergeseran norma-norma gender dan realitas ekonomi telah memainkan perannya. Seiring dengan label seperti otaku (kutu buku) dan hikikomori (tidak bersosialisasi), pria muda Jepang juga sering di ejek sebagai "pria herbivora" yang menghindari perburuan pasangan kencan. Bersamaan di sisi lain, para wanita Jepang sudah mulai aktif memasuki dunia kerja, mendapatkan upah dan menikmati kemandirian finansial tanpa suami.

3 komentar:

  1. kaya judul lagu aja... "Where is the love ?"

    BalasHapus
  2. @Anonim - Black Eyed Peas? Atau Celine Dion? Hahaha.

    BalasHapus
  3. semoga Jepang bisa cepat keluar dari krisis kelahiran-___-"

    BalasHapus