Apa Jepang Mau Menerima Bollywood?


Pada akhir tahun 90-an, ada satu bintang film India yang populer di Jepang bernama Rajinikanth. Dia terkenal berkat filmnya 'Muthu, The Dancing Maharaja' (ムトゥ 踊るマハラジャ) yang berhasil meraih pendapatan sebesar ¥200 juta di bioskop-bioskop Jepang pada tahun 1998.

Film tersebut penuh dengan campuran aksi, komedi, melodrama romantis, dan tentu saja, musik India.

Dari situ, film-film India mulai memudar pesonanya. Tidak ada lagi yang istimewa. Avtar Panesar, wakil presiden Yash Raj Films, mengatakan bahwa studionya akan kembali membawa banyak film-film India masuk ke Jepang karena negeri sakura tersebut dianggap sebagai pasar yang sangat menguntungkan dalam waktu singkat. Artinya, popularitas sebuah film bisa cepat naik sehingga bisa ambil untung secara cepat.

Avtar mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan empat film dalam beberapa bulan ke depan, termasuk 'Tha Ek Tiger' dan 'Three Idiots' untuk melunakkan pasar Jepang. Jika minat para penonton Jepang terhadap Bollywood ternyata lebih dari sekedar iseng menghabiskan waktu, Yash Raj Films akan membuat film di Jepang.

Film Bollywood: Three Idiots

Jadi, apakah Jepang mau menerima kehadiran Bollywood?

Mungkin kita tidak perlu jauh-jauh memikirnya, aku rasa Indonesia pun sulit menerima kehadiran Bollywood. Film-film India memang banyak diputar di televisi, tapi sangat jarang yang meledak di industri sinema kita.

Mungkin salah satu kekurangan film India adalah... banyak jogetnya. Kalau lihat ada taman, joget. Kalau ada tiang atau pohon, joget. Kalau hujan, joget.

Dan banyak film India yang hanya menjual mimpi jadi orang kaya, sama seperti sinetron Indonesia yang tidak pernah aku nonton. Meskipun begitu, ada juga yang layak diacungi jempol. Misalnya saja 'Life of Pi' (buatan Hollywood) dan 'Three Idiots' yang menceritakan tentang kehidupan manusia dan mempunyai pesan moral yang dalam.

Tahukah kamu? 'Three Idiots' adalah film terlaris dalam sepanjang sejarah Bollywood yang berhasil meraup pendapatan sebesar $71 juta di seluruh dunia dengan biaya produksi sekitar $6,4 juta saja. Aktor terkenal Hong Kong, Stephen Chow, direncanakan akan membintangi film remake-nya.

Bagi kamu yang belum nonton, nonton sekarang.


Bagikan

3 komentar:

  1. Sekarang film2 Bolly udah semakin baik kualitasnya seperti tahun lalu ada Kahaani

    BalasHapus
  2. @Ladila - Betul, meskipun masih banyak juga yang kurang mendidik. :)

    BalasHapus
  3. 'Dan banyak film India yang hanya menjual mimpi jadi orang kaya, sama seperti sinetron Indonesia yang tidak pernah aku nonton.'
    ..tapi tau ceritanya:D

    BalasHapus