Makanan Halal Di Jepang?


Susah mencari makanan halal di Jepang? Berkat layanan yang satu ini, para turis Muslim dari berbagai negara bisa sedikit bernafas lega. Makanan halal, satu-satunya jenis makanan yang diizinkan untuk dimakan oleh hukum Islam, sekarang ini sedang naik daun alias menjadi incaran di negeri sakura. Itu menurut Yoshi, seorang manajer yang bekerja di Halal Deli.

Apa itu Halal Deli?

Makanan Halal Di Jepang

Halal Deli adalah sebuah "restoran" yang berbasis di distrik Koto, Tokyo, yang dibuka khusus untuk memenuhi permintaan makanan halal dari para wisatawan yang datang dari negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim seperti Indonesia dan Malaysia.

Sebenarnya Halal Deli tidak bisa dibilang sebagai restoran karena mereka sama sekali tidak menyediakan tempat untuk makan, dan mereka (untuk saat ini) hanya fokus dalam membuat bento yang akan dikirim setelah para pelanggan memesan via Internet maupun telepon. Mereka adalah supplier makanan halal dan klien mereka umumnya adalah restoran, sekolah, hotel dan perusahaan.

Siang itu, sekitar 30 staff pegawai departemen pendidikan dari Indonesia sedang mengunjungi sebuah sekolah di Tokyo. Saat istirahat makan siang, mereka menikmati hidangan bento kari dari Halal Deli. "Enak," kata Ibu yang satu. "Rasanya saya mau tambah," kata yang lain. Selain halal, ternyata hidangan yang disajikan lumayan enak.

Dan inilah yang ditunggu-tunggu dan dicari-cari oleh para turis Muslim di Jepang selama ini.

Makanan Halal Di Jepang

"Tokyo adalah tempat pertama dimana kami bisa menemukan restoran atau layanan makan yang menawarkan makanan halal. Osaka dan Nagoya tidak ada," kata Fauziah Fauzan, 42 tahun. "Akhirnya, saya tidak perlu lagi khawatir apa yang saya makan itu diperbolehkan atau tidak."

Kebanyakan orang berpikir bahwa konsep halal hanya melarang daging babi dan alkohol. Padahal, mengkonsumsi daging sapi, domba atau ayam bisa jadi tidak halal kalau dagingnya tidak diproses sesuai dengan hukum Islam. Ketika ini terjadi, hidangan tersebut akan menjadi 'haram' alias terlarang.

Pemimpin tim, Mina Hattori, seorang profesor di Sekolah Pendidikan dan Pengembangan Manusia dari Universitas Nagoya, mengatakan bahwa terakhir kali mereka memiliki tamu dari Indonesia, dia harus menyiapkan sekitar 50 makan siang halal dengan bantuan para mahasiswa Indonesia di kampus.

"Ada banyak Muslim yang ingin mengunjungi Jepang, tetapi kekhawatiran tentang makanan adalah alasan utama mengapa mereka menunda jalan-jalan kemari," kata Mina-san, yang juga melakukan penelitian tentang pendidikan Islam. "Saya berpikir bahwa jika makanan halal bisa tersedia dimana-mana, jumlah wisatawan Muslim pasti akan meningkat dengan pesat."

Setuju? Pastinya.


Bagikan

6 komentar:

  1. Ano.. itu label halalnya dari siapa?? kan bumbu masakan jepang juga banyak yang pake bahan-bahan tidak halal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mempertanyakan label halal dari siapa, yang pasti bukan dari MUI :v

      Jepang memang ndak mengurusi masalah keagamaan manapun, ngga ada mentri agama. Jadi mungkin diurusi komunitas muslim disana.

      Hapus
    2. Menurut Halal Deli, mereka enggak ada sertifikasi halal dari manapun, tapi mereka adalah anggota Institute of Halal Japan (http://halal.or.jp/) - Dan mereka mempekerjakan koki yang beragama Islam.

      Hapus
  2. pertanyaan yg sangat bagus dari anonim di atas, ditambah lagi tdk ada srtifikat halal dri mnapun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada yang sempurna, tapi paling enggak mereka berusaha.

      Hapus
  3. kayaknya bawa mie sedaaaapppp bs juga buat solusi klo kebingungan cari makan disana bawa sekarung klo emang lama-lamaan disana hehehe

    BalasHapus