In Unik Dari Jepang

Es Krim Anti-Leleh Dari Jepang


Makan es krim memang paling pas saat udara sedang panas terik. Apalagi jika bisa menikmatinya berlama-lama tanpa khawatir akan meleleh. Bukan sekadar mimpi, para ilmuwan di Jepang berhasil menemukan formulanya. Mereka menciptakan Kanazawa Ice, atau yang populer dengan sebutan es krim anti-leleh.

Es Krim Anti-Leleh Dari Jepang

Ya, seperti namanya, es krim satu ini memang tidak mudah meleleh. Bahkan di cuaca panas sekalipun. Itulah mengapa, sejak diluncurkan pertama kali pada bulan April di distrik Higashi-Chaya, Kota Kanazawa, banyak sudah pengunjung yang berdatangan untuk mencicip sekaligus membuktikan kebenaran kabar tersebut.

Di luar ruangan bersuhu hangat 28 derajat Celsius, ia mendiamkan es krim selama lima menit. Hasilnya mengagumkan. Jika es krim lainnya cenderung meleleh, tidak demikian dengan Kanazawa Ice. Selain mempertahankan bentuk asli, rasanya juga tetap dingin.

Asia One melaporkan, situs berita lokal lainnya, RocketNews24, juga menguji coba. Kali ini lebih lama. Mereka mendokumentasikan perubahan yang terjadi selama tiga jam pada suhu kamar. Di akhir video selang waktu (time lapse), situs tersebut menyebutkan bahwa es krim masih terasa dingin dan tetap mempertahankan bentuknya, walau tampak sedikit meleleh.

Es Krim Anti-Leleh Dari Jepang

Tentu saja. Produk menarik yang diproduksi oleh perusahaan Biotherapy Development Research Center di Kanazawa ini malahan diklaim akan tetap berbentuk sama walau terkena udara panas dari pengering. Begitu kata sang presiden perusahaan, Takeshi Toyoda.

Rahasianya ada pada cairan polifenol yang diperoleh dari ekstrak stroberi.

Tomihisa Ota, Profesor farmasi dari Universitas Kanazawa sekaligus pengembang dan penemu es krim antileleh menjelaskan, cairan polifenol memiliki kandungan zat yang bisa membuat air dan minyak sulit dipisah.

"Jika es krim mengandung polifenol, ia akan mampu mempertahankan bentuk asli lebih lama dari biasanya dan sulit untuk meleleh," terangnya. Uniknya lagi, ternyata cerita di balik temuan polifenol stroberi berawal dari ketidaksengajaan.

Kegiatan mengekstrak bermula dari upaya perusahaan yang tergerak untuk membantu para petani stroberi di prefektur Miyagi--kawasan ini terkenal dengan stroberi organik kualitas tinggi yang lezat.

Pascabencana gempa bumi dan tsunami tahun 2011, stroberi yang tumbuh di sana tak secantik sebelumnya. Selain bentuknya tidak rata, jumlahnya pun hanya sedikit sehingga kurang menjual. Untuk itu, perusahaan dibantu periset mulai mengembangkan polifenol stroberi.

Mereka meminta koki pastry dari prefektur Miyagi untuk membuat kreasi kembang gula dengan memanfaatkan polifenol tersebut. Namun, belum lagi penganan manis terwujud, koki justru mengeluh, "Krim susu memadat seketika tiap kali polifenol dicampur dalam adonan."

Mengetahui fakta tersebut, profesor Ota tak lantas mundur. Ia malah memimpin riset sebab melihat peluang emas. Sempat melewati serangkaian uji coba dan gagal, akhirnya terciptalah es krim antileleh.

Es Krim Anti-Leleh Dari Jepang

Walau demikian, usaha profesor Ota sebetulnya bukan terbilang baru. Pada tahun 2015, periset dari University of Edinburgh dan University of Dundee telah menemukan bahwa protein alami, yang dikenal sebagai biofilm tingkat permukaan A (BsIA), bisa digunakan untuk membuat es krim tetap beku lebih lama di cuaca panas.

Hanya saja, untuk memasarkannya periset masih melakukan pengembangan. Terutama untuk menurunkan tingkat lemak jenuh dan kalori pada es krim. Kira-kira paling cepat pada tahun 2018, produk tersebut baru bisa dinikmati.

Saat ini, es krim antileleh baru dijual di Jepang dengan harga 500 yen atau sekitar Rp60 ribu. Terutama di Kota Kanazawa, yaitu di sebuah toko bernama serupa dengan produknya, Kanazawa Ice. Juga beberapa gerai di Osaka dan Tokyo. Belum ada kabar lebih lanjut apakah es krim ini akan dipasarkan ke luar negeri.

Es Krim = Aisukurīmu / アイスクリーム

Bagikan Artikel Ini

Related Articles

0 comments:

Posting Komentar