In Anime Pendidikan Jepang

Falsafah Pendidikan Jepang dalam Film Doraemon "Time Paradox"

Jika Pendidikan Hanya menghargai Nilai Akademik

"Time Paradox, teori tentang kontradiksi dalam Perjalanan menembus waktu dikarenakan berbagai hal yang dapat merubah sejarah? Sekarang ini. Perkembangan peradaban kita sedang tersendat dan mengalami jalan buntu, benar? Sedangkan melihat kenyataan yang ditunjukkan oleh Doraemon saat kita masih kecil. Perkembangan manusia saat ini terlampau lamban. Oh ya, kamu masih ingat? Saat kita masih kecil, Doraemon memperlihatkan gambar. Pada saat kita dewasa nanti, jalan-jalan keluar angkasa adalah hal yang biasa. Iya kamu benar! Bepergian dengan pintu ke mana saja. Mesin yang menghasilkan makanan hanya dengan satu tombol saja. Bahkan robot pelayankan? Karena itulah sebagai seorang pengamat aku terus berusaha dengan teliti. Supaya semua hal itu menjadi kenyataan." (Percakapan Nobita dan teman-temannya)

Mengubah cara pandang pendidikan pada sebuah bangsa memang tidak mudah. Waktunya bisa sangat panjang dan mungkin lintas generasi. Sesulit apapun, pendidikan harus berubah, agar sebuah bangsa bisa berdaulat. Tanpa sebuah pendidikan, bangsa Indonesia masih akan kalah dengan bangsa lain.

Buat apa negara kita kaya raya gemah ripah loh jinawi, jika pada akhirnya kita miskin sumberdaya manusia. Karena miskin sumber daya manusia, kekayaan alam kita justru dinikmati oleh bangsa lain. Buruknya lagi, kita merasa bangga jika kemudian malah menjadi buruh di negeri sendiri. ironi sebuah bangsa zamrud khatulistiwa, tetapi rakyatnya masih banyak yang sengsara.

Soalan pendidikan kita sampai saat ini masih tidak berubah. Setiap pergantian pemimpin tidak pernah berubah inti dari pendidikan kita. Saat ini malahan, pendidikan kita sangat berbau kapitalistik. Pendidikan hanya diperjualbelikan yang kemudian hanya sedikit orang yang mampu membelinya.

Watak pendidikan yang diperjualbelikan, pada akhirnya menjadikan bangsa ini mudah dijajah. Pendidikan tidak menghasilkan orang-orang yang cerdas dalam ilmu pengetahuan. Watak pendidikan kita hanya menghasilkan lulusan yang suka menipu.

Kenapa seperti itu bisa terjadi?

Menurut saya, karena pendidikan kita hanya mementingkan sebuah nilai akademik. Watak pendidikan kita hanya mengejar juara pertama. Maka, orang yang pintar adalah yang nilai akademiknya paling tinggi. ukuran itulah yang menjadi dasar kehidupan berbangsa kita sampai saat ini.

Sebab mengejar nilai yang paling tinggi, maka segala cara dihalalkan untuk mendapatkannya. Kecurangan tidak menjadikan ukuran penilain akademik seseorang. Wajar kemudian banyak siswa yang lebih menyukai menyontek untuk mengejar nilai tertinggi.

Kekuatan Jepang dalam Jiwa Doraemon dan Prof Nobita

Falsafah Pendidikan Jepang dalam Film Doraemon Time Paradox

"Tapi bukan nilai yang kuinginkan. Melainkan ilmu pengetahuan yang lebih jauh. Dan aku masih terus berusaha lagi" (Prof Nobita)

Selama ini saya sangat suka menonton film Doraemon. Bukan hanya film Doraemon, tetapi beberapa animiasi film Jepang saya menyukainya. Mungkin aneh, orang setua saya masih menyukai film animasi. Film bukan hanya sebuah tontonan.

Film hadir menjadi seni merepresentasikan falsafah hidup sebuah bangsa dan negara. Tidak hanya sampai disitu, film juga menjadi penentu sebuah kedigdayaan sebuah negara dan bangsa. Melalui film, akan terbentuk budaya populer yang secara langsung akan memengaruhi budaya bangsa lain.

Pada sebuah film itulah, akan nampak sebuah visi hidup sebuah bangsa. Bayangkan, jika sebuah bangsa filmnya hanya berisi tentang tema azab, budaya apa yang akan terbentuk dalam masyarakatnya. Itulah yang terjadi pada budaya yang dikonstruksi oleh film atau sinetron Indonesia.

Dulu saya menganggap film Doraemon merupakan film anak yang sangat konyol. Film anak yang tidak memberikan pelajaran apapun. Kantong ajaib yang dimiliki oleh Doraemon itu saya anggap aneh. Mana mungkin ada kantong tubuh yang bisa menghasilkan seluruh permintaan. Maka, pesan film Doraemon itu saya anggap paling aneh dan tidak realistis.

Faktanya, prasangka saya benar-benar salah kaprah. Film Doraemon justru merupakan sebuah usaha untuk mewujudkan peradaban baru dengan ilmu pengetahuan teknologi. Doraemon merupakan representasi bangsa Jepang itu sendiri. Doraemon merupakan sosok bangsa Jepang yang mampu mewujudkan permintaan seluruh manusia dengan menggunakan tekonologi.

Sudah puluhan tahun film Doraemon saya tonton. Justru mimpi Doraemon saat ini benar-benar diwujudkan oleh masyarakat Jepang. Bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang selalu menghasilkan teknologi baru.

Termasuk visi tentang menjelajah ruang angsa dan ruang waktu. Merupakan gagasan konyol dalam film Doraemon. Tetapi, gagasan konyol itu menjadi nyata di tangan bangsa Jepang. Mereka sudah mendahului bangsa Indoenesia menjelajah ruang angkasa.

Pada akhirnya Nobita yang cengeng itu menjadi seorang ilmuwan. Ia masih terus mengembangkan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa Jepang.

Kita seharusnya belajar di Jepang dan Film Doraemon. Bangsa yang besar adalah saat rakyatnya mengajar pendidikan bukan hanya mengejar nilai. Itulah pesan terakhir yang disampaikan oleh Prof Nobita di akhir Film Doraemon.






Bagikan

Related Articles

2 comments: