In Kekaisaran Jepang Politik Di Jepang

Pangeran Naruhito, Penerus Kaisar Jepang yang Bersahaja

Kaisar Akihito sudah mengumumkan akan lengser pada tanggal 8 Agustus 2018, melalui rekaman video yang disiarkan oleh stasiun televisi di Jepang.

Rekaman yang berdurasi 10 menit itu intinya, bahwa kaisar merasa kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan tugas sebagai kaisar (tennou) karena faktor usia.

Pada tanggal 8 Desember di tahun yang sama, Parlemen Jepang membuat keputusan bahwa kaisar akan turun takhta pada tanggal 30 April 2019, dan digantikan putranya yang akan dinobatkan sebagai tennou baru pada tanggal 1 Mei 2019.

Publik Jepang tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Pangeran Naruhito, putra pertama kaisar pada era Heisei yang sekarang. Namun bagi publik Indonesia, tentunya sang pangeran tidak begitu dikenal (walaupun tidak dapat dimungkiri bahwa ada juga orang Indonesia yang tahu).

Oleh karena itu, perkenankanlah saya mengenalkan sedikit tentang sosok Pangeran Naruhito.

Masa kecil dan Sekolah

Pangeran Naruhito dilahirkan pada tanggal 23 Februari 1960 (era Showa tahun ke-35). Sehingga, tahun ini dia genap berusia 59 tahun.

Dia mempunyai 2 saudara, yaitu adik laki-laki yang lahir pada tahun 1965, lalu adik perempuan yang lahir tahun 1969. Kalau kita melihat silsilah keluarga kaisar disini, hanya Pangeran Naruhito dan adiknya Pangeran Fumihito saja yang terlihat. Karena, memang adik perempuannya (Kuroda-san) sudah menikah dengan orang biasa, sehingga namanya tidak terpasang pada silsilah keluarga kekaisasan.

Kaisar Akihito---ayahnya---dinobatkan menjadi tennou era Heisei pada usia 55 tahun, saat kakek Pangeran Naruhito meninggal (hougyo dalam Bahasa Jepang) pada tahun 1989. Sehingga kalau dibandingkan dengan ayahnya, dia telat 4 tahun untuk menjadi Kaisar yang ke-126 nanti.

Kaisar Akihito berusaha mendidik anak-anaknya seperti anak-anak orang kebanyakan. Ini mungkin karena Kaisar Hirohito---kakek Pangeran Naruhito yang bertakhta pada era Showa---juga mengajarkan bahwa cinta kepada keluarga adalah hal yang paling penting.

Hal ini bertolak belakang dengan keadaan era Meiji atau Taisho, dimana cinta kepada negara atau publik (dalam Bahasa Jepang disebut ko) adalah lebih penting dari cinta kepada keluarga atau pribadi (dalam Bahasa Jepang disebut shi). Pandangan masyarakat umum pada saat itu juga sama.

Pada era dahulu, anak-anak kaisar tidak tinggal bersama dengan keluarga (ayah-ibu). Namun sejak era Heisei, kaisar mempunyai pandangan bahwa keluarga adalah ikatan yang terpenting dari segalanya. Sehingga anak-anak kaisar tinggal bersama dengan keluarganya. Cara pandang orang kebanyakan pun berubah sejak era ini, yang menjadikan keluarga sebagai bagian terpenting dalam kehidupan.

Bahkan Kaisar Akihito ingin agar pangeran lebih merakyat lagi dan bisa berbaur dengan orang biasa sejak usia dini. Sehingga sewaktu masih kecil, Pangeran Naruhito dimasukkan ke Taman Kanak-kanak (TK). Ini yang menjadikannya juga sebagai orang pertama dari keturunan tennou yang masuk TK.

Keluarga kaisar juga sering terlihat olahraga bersama-sama. Olahraganya bukan berkuda, seperti yang banyak digemari kaum kelas atas. Namun, mereka bermain tenis, dimana pada waktu itu tenis memang olahraga yang digemari orang kebanyakan.

Pangeran Naruhito, Penerus Kaisar Jepang yang Bersahaja

Pangeran Naruhito masuk Universitas Gakushuuin pada usia 18 tahun. Jurusan yang ditekuninya adalah Sejarah. Kemudian setelah lulus, dia melanjutkan ke jenjang pasca sarjana di universitas yang sama. Hal ini juga menjadikan Pangeran Naruhito sebagai orang pertama dari keturunan kaisar yang melanjutkan sekolah ke jenjang pasca sarjana.

Selama masa belajar sebagai mahasiswa pasca sarjana di Universitas Gakushuuin, dia juga sempat menjadi mahasiswa Universitas Oxford di Inggris selama 2 tahun. Disana dia melakukan penelitian tentang Sejarah Transportasi Air.

Karena dia tinggal sendirian di asrama selama belajar di Oxford, maka hal ini juga yang menjadikannya mandiri, tidak seperti keluarga bangsawan kebanyakan. Dia sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri, seperti bebenah ruangan, mencuci lalu menyetrika baju, dan kegiatan lain yang biasa dilakukan oleh mahasiswa di perantauan.

Kehidupan Keluarga

Pertemuan pertama Pangeran Naruhito dengan permaisurinya berlangsung di Touguu Gosho (atau Touguu Palace) yang berlokasi di Akasaka, pada saat diadakannya perjamuan untuk menyambut kedatangan Ratu Spanyol di Jepang. Pangeran Naruhito saat itu berusia 26 tahun, dan Putri Masako berusia 22 tahun.

Setelah itu, mereka beberapa kali bertemu dan sempat LDR (Long-distance Relationship) juga karena Putri Masako, yang saat itu adalah seorang diplomat, harus sekolah ke Universitas Oxford di Inggris. Putri Masako sendiri meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Harvard.

Setelah perjalanan panjang selama 7 tahun, akhirnya Pangeran Naruhito menikah dengan Permaisuri Masako pada tanggal 9 Juni tahun 1993. Ada sekitar 190 ribu penduduk memadati jalan saat dilangsungkannya parade setelah upacara pernihakan mereka.

Jalur parade yang dilakukan dengan mobil terbuka berjarak sekitar 4,2 Kilometer, yaitu dari Koukyo (tempat kediaman kaisar) sampai ke Toguu Gosho. Acara parade ini juga disiarkan langsung oleh stasiun televisi NHK, yang tercatat juga sebagai acara dengan rating yang tinggi.

Pada tanggal 1 Desember 2001, mereka dikaruniai putri yang diberi nama Aiko. Saat ini, putri mereka sedang bersekolah di SMA Gakushuuin. Tempat tinggal Pangeran Naruhito dan keluarga adalah di Touguu Gosho. Setelah naik takhta nanti, tempat tinggalnya akan pindah ke Koukyo di daerah Marunouchi.

Pribadi yang Ramah

Pangeran Naruhito mempunyai pribadi yang ramah kepada semua orang. Contohnya, sewaktu dia masih sekolah, tentunya ada banyak kegiatan darmawisata atau karyawisata yang diikutinya. Lokasi dari kegiatan tersebut umumnya meliputi daerah di seluruh pelosok Jepang.

Pada kesempatan itu, bila dia sedang berada di suatu daerah, pejabat didaerah tersebut (misalnya camat atau lurah) tentunya ingin bertemu sekedar untuk mengucapkan selamat datang. Biasanya sih, kalau orang-orang dari kerabat kekaisaran, terkadang mereka menolak dengan berbagai macam alasan. Namun, Pangeran Naruhito selalu menerima permintaan tersebut.

Bukan hanya itu saja. Pangeran Naruhito juga terkenal ramah diantara teman-teman sekolahnya. Bahkan kepada para pegawai yang bekerja di lingkungan kantor administrasi kekaisaran (kunaichou).

Perhatian terhadap Masalah Orang Banyak

Pribadi yang bersahaja bisa juga kita lihat dari perhatiannya terhadap masalah yang dihadapi oleh orang banyak. Contohnya masalah air, dimana ada beberapa tempat di bumi ini yang belum bisa mendapatkan air bersih secara teratur.

Bahkan untuk urusan ini, dia diangkat sebagai ketua Komite Penasihat masalah Air dan Sanitasi, yang berada dibawah naungan Persekutuan Bangsa-bangsa. Dia menempati kedudukan itu untuk masa jabatan tahun 2007 sampai dengan tahun 2015.

Selain air, dia juga menaruh perhatian kepada masalah populasi orang tua yang meningkat drastis, sehingga kesejahteraan mereka juga harus dipikirkan. Tidak hanya itu, beberapa masalah lain yang juga menjadi perhatiannya adalah masalah menurunnya angka kelahiran, masalah pendidikan untuk anak-anak, masalah pertukaran kebudayaan antar bangsa (internasional) dan lainnya.

Sewaktu terjadi bencana besar Jepang Timur, yang juga menyebabkan meledaknya PLTN Fukushima tahun 2011 yang lalu, pangeran beserta permaisuri juga mengunjungi korban bencana yang mengungsi di beberapa tempat di sekitar Tokyo. Bahkan mereka berdua, pada bulan Juni sampai Agustus di tahun yang sama, mengunjungi langsung daerah yang terkena bencana di Prefektur Miyagi, Fukushima dan Iwate.

Kaisar Akihito setelah lengser nanti akan bergelar joukou. Dan Pangeran Naruhito akan menjadi tennou yang baru.

Keberadaan jouko dan tennou pada saat yang bersamaan terjadi terakhir kali di era Edo akhir pada tahun 1817. Jadi kejadian ini bisa dibilang kejadian yang langka setelah peristiwa yang sama terjadi sekitar 200 tahun yang lalu.

Setiap pergantian kaisar, maka penanggalan Jepang (wareki) juga akan berubah. Tahun ini adalah era Heisei, dan nama "Heisei" ini dalam Bahasa Jepang disebut gengou. Dengan pergantian tennou maka gengou juga akan berubah.

Nama gengou baru kabarnya akan diumumkan kurang lebih seminggu lagi, yaitu tanggal 1 April nanti. Masyarakat Jepang juga sangat antusias dan menyambut dengan gembira peristiwa ini.

Karena, selain publik menunggu apa nama gengou barunya, pergantian kaisar kali ini adalah karena turun takhtanya kaisar, bukan karena mangkatnya kaisar. Terlebih, tahun depan akan diselenggarakan Olimpiade Tokyo, yang kabarnya juga akan dibuka oleh kaisar yang baru.

Jepang akan menyongsong era baru sebentar lagi. Apa nama gengou baru yang dipilih dan ditetapkan oleh parlemen Jepang nanti? Kita tunggu saja bersama-sama.


Bagikan

Related Articles

2 comments: